Daerah

Gandeng Yayasan Permata, Transjakarta Perkuat Armada Transportasi Inklusif

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno di Halte Transjakarta Bundaran Hotel Indonesia (HI) Astra, Menteng, Jakarta Pusat/Pemprov DKI Jakarta

Desanesia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan sistem transportasi publik yang inklusif dan tangguh. Langkah ini ditandai dengan penambahan lima unit armada baru layanan Transjakarta Cares hasil kolaborasi dengan Yayasan Persatuan Masyarakat Indonesia Tionghoa Peduli Bencana (Permata), Kamis, (13/8).

Serah terima armada baru yang berlangsung di Halte Transjakarta Bundaran Hotel Indonesia (HI) Astra, Jakarta Pusat, tersebut menjadi angin segar bagi peningkatan kinerja layanan khusus disabilitas yang mencatatkan lonjakan pengguna signifikan dalam setahun terakhir.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengapresiasi dukungan konsisten dari pihak swasta dan lembaga sosial. Bantuan ini mempertegas peran Transjakarta sebagai moda transportasi utama warga ibu kota yang kian dipercaya.

“Kehadiran tambahan armada ini mengindikasikan bahwa Transjakarta kian dipercaya sebagai moda transportasi publik utama yang mampu melayani masyarakat secara tangguh dan inklusif,” ujar Rano Karno.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta, Welfizon Yuza, menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025 layanan Transjakarta Cares mencatatkan tren pertumbuhan positif. Dengan kekuatan 15 unit kendaraan, layanan ini berhasil melayani 71.598 pelanggan meningkat 16,1 persen dibandingkan periode tahun 2024.

Tambahan lima unit armada dari Yayasan Permata ini secara otomatis meningkatkan total armada operasional menjadi 20 unit, yang diproyeksikan mampu memperluas daya jangkau dan efisiensi penjemputan pelanggan disabilitas.

Penguatan armada ini juga berjalan selaras dengan strategi Pemprov DKI Jakarta dalam mengurai kemacetan kawasan aglomerasi melalui perluasan jaringan Transjabodetabek ke wilayah penyangga seperti Bogor, Depok, dan Bekasi.

Selain penambahan armada, kolaborasi ini mencakup penataan dan beautifikasi Halte Wira di Jalan Prof. Dr. Supomo melalui skema hak penamaan (naming rights). Langkah ini menjadi preseden bagaimana optimalisasi nilai komersial infrastruktur publik dapat dikonversi menjadi manfaat sosial langsung.

“Kemitraan antara BUMD dan lembaga sosial ini dapat menjadi benchmark dalam menerjemahkan nilai komersial menjadi nilai sosial yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Welfizon.

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *