Daerah

BMKG Edukasi Warga Karanganyar Hadapi Gempa melalui Sekolah Lapang

Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG)/Ist

Desanesia– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Geofisika Kelas I Sleman melaksanakan Sekolah Lapang Gempa Bumi (SLG) di Kabupaten Karanganyar, Jumat (25/9). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi serta meminimalisir Risiko bencana gempa bumi.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan melalui SLG, BMKG berupaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap potensi bahaya gempa, memperkuat kesiapsiagaan, serta membangun koordinasi lintas sektor dalam penanganan kondisi darurat. Mengusung tema “Pahami Potensi dan Aksi Cepat Hadapi Gempabumi Menuju Indonesia Emas 2045”, SLG menjadi wadah edukasi dan latihan bersama.

“Gempa bumi belum dapat diprediksi, tetapi kesiapsiagaan dapat kita bangun dan latih sejak dini. Program SLG ini selaras dengan inisiatif global Early Warning, Early Action, dan Early Warning for All. Kami berharap para peserta dapat meneruskan pengetahuan dan keterampilan mitigasi ini kepada keluarga dan lingkungan sekitarnya,” kata Faisal di Aula Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jumat (25/9).

Dukungan serupa datang dari Anggota Komisi V DPR RI, Hamid Noor Yasin. Hamid menilai posisi geografis Karanganyar yang berdekatan dengan sesar aktif daratan dan zona subduksi selatan Jawa menuntut adanya kesiapsiagaan yang proaktif.

“Kegiatan ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan langkah konkret untuk membangun kesadaran kolektif dan memastikan setiap warga memiliki refleks yang benar saat bencana datang. Semoga acara ini melahirkan budaya kesiapsiagaan yang berkelanjutan di Karanganyar,” kata Hamid.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Karanganyar, Sugiharjo, yang hadir mewakili Bupati Karanganyar, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi BMKG. Ia menegaskan pentingnya membangun Komunitas Siaga Bencana dari tingkat desa hingga kabupaten demi keselamatan generasi mendatang.

Sebanyak 53 peserta mengikuti kegiatan ini dengan dukungan anggaran APBN DIPA Stasiun Geofisika Kelas I Sleman TA 2026. Para peserta berasal dari lintas unsur, meliputi BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Diskominfo, Dinas Pendidikan, satuan pendidikan, relawan kebencanaan, tokoh masyarakat, serta media massa.

Selama pelatihan, para peserta menerima materi mengenai potensi bahaya gempa, pengenalan sistem peringatan dini Earthquake Early Warning System (EEWS), hingga simulasi guncangan. Selain itu, peserta juga mengikuti diskusi kelompok dan Table Top Exercise (TTX) untuk melatih pengambilan keputusan yang cepat serta terkoordinasi saat darurat.

Melalui SLG Karanganyar 2026, BMKG mengajak seluruh lapisan masyarakat—mulai dari pemerintah daerah, pendidik, media, hingga lingkup keluarga—untuk mengubah informasi kebencanaan menjadi tindakan nyata. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk selalu mengakses informasi resmi terkait aktivitas gempa bumi melalui saluran BMKG dan tidak menyebarkan berita atau isu yang belum terverifikasi. [nfa]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *