Kemendikdasmen Bekali Murid Baru PJJ dengan Kemandirian dan Literasi Digital Lewat MPLS

Desanesia– Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai upaya memperkuat kesiapan peserta didik mengikuti sistem pembelajaran berbasis daring. Kegiatan yang digelar secara virtual pada Senin (3/8) itu diikuti murid baru dari 32 sekolah induk penyelenggara PJJ yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengatakan Pendidikan Jarak Jauh merupakan layanan pendidikan formal yang memiliki mutu setara dengan sekolah reguler. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta didik memanfaatkan kesempatan tersebut dengan membangun komitmen serta semangat belajar yang kuat agar mampu menyelesaikan pendidikan hingga tuntas.
“Pendidikan Jarak Jauh merupakan jembatan bagi anak-anak untuk memperoleh layanan pendidikan berkualitas yang setara dengan sekolah reguler. Melalui MPLS ini, kami berharap para murid membangun komitmen, disiplin, dan motivasi agar dapat menyelesaikan pendidikan dengan baik,” ujar Fajar, yang dilansir dari jakarta.suaramerdeka.com.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa MPLS PJJ tidak hanya mengenalkan lingkungan belajar, tetapi juga membekali peserta didik dengan kemampuan yang dibutuhkan dalam pembelajaran jarak jauh.
Menurutnya, terdapat tiga fokus utama yang menjadi perhatian selama kegiatan berlangsung, yakni membangun kemandirian belajar, meningkatkan literasi digital, serta memperkenalkan berbagai platform pembelajaran yang akan digunakan selama proses pendidikan.
“MPLS PJJ menjadi fondasi penting agar peserta didik siap mengikuti pembelajaran jarak jauh. Selain memperkenalkan platform pembelajaran, kegiatan ini juga membantu sekolah memetakan kebutuhan belajar setiap murid sehingga layanan pendidikan dapat diberikan secara lebih optimal,” kata Tatang.
Dukungan terhadap penyelenggaraan Pendidikan Jarak Jauh juga datang dari berbagai pemerintah daerah. Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos menilai PJJ membuka akses pendidikan bagi anak-anak di wilayah kepulauan yang terkendala kondisi geografis maupun ekonomi.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyebut penguatan implementasi PJJ merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Di DKI Jakarta, Kepala Dinas Pendidikan Nahdiana menegaskan PJJ menjadi salah satu solusi untuk mengembalikan Anak Tidak Sekolah (ATS) ke bangku pendidikan melalui layanan yang lebih fleksibel dan mudah dijangkau. [nfa]








