Perry Warjiyo: Fundamental Ekonomi Kuat, Rupiah Berpeluang Stabil dan Menguat

Desanesia – Gubernur Bank Indonesia (BI) , Perry Warjiyo menyampaikan optimisme terhadap kondisi nilai tukar rupiah masih berada di bawah nilai wajarnya (undervalued) dan berpotensi menguat ke depan.
Hal ini disampaikan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) dalam pernyataannya terkait kondisi ekonomi nasional.
“Bahwa nilai tukar yang sekarang itu under value dan ke depan kita yakini akan stabil serta menguat,” Perry Warjiyo pernyataan tersebut disampaikan dalam tayangan video yang diunggah kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga mengungkapkan bahwa Inflasi berhasil ditekan menjadi 2,42 persen, turun dari sebelumnya 3,48 persen pada periode Februari. Neraca pembayaran juga mencatat surplus sebesar Rp6,1 triliun, sementara realisasi investasi tumbuh 7 persen menjadi Rp498,8 triliun. Pertumbuhan kredit pun mencapai 9,49 persen.
“Fundamental kita tuh kuat, pertumbuhan tinggi sangat tinggi 5,61%, inflasi rendah, kredit juga tumbuh tinggi, dan cadangan devisa juga kuat” pungkasnya.
Meski demikian, pemerintah mengakui adanya tekanan global yang memengaruhi nilai tukar rupiah dalam jangka pendek. Faktor eksternal tersebut antara lain kenaikan harga minyak dunia serta meningkatnya suku bunga di Amerika Serikat.
“Satu harga minyak yang tinggi, dua suku bunga Amerika juga yang meningkat dengan tinggi, yield Us Treasury 10 tahun sekarang adalah 4,47% demikian juga dolar yang menguat,” ucapnya.
Selain itu, terdapat faktor musiman yang turut meningkatkan permintaan terhadap dolar, khususnya pada periode April hingga Juni.
“Pembayaran repatriasi dividen, pembayaran utang dan juga untuk jemaah haji, tapi rupiah adalah under value serta kedepan cenderung akan stabil dan menguatkan,” ujarnya. [fai]








