Budaya

Pentas Jathilan di Klaten Jadi Upaya Jaga Warisan Budaya Daerah

Pentas seni Jathilan/Faktapers.id

Desanesia– Upaya melestarikan seni dan budaya daerah terus dilakukan agar tidak tergerus perkembangan zaman. Dikutip dari Faktapers.id, salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui pentas seni Jathilan di Lapangan Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Minggu (27/9).

Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kadarwati, mengatakan kesenian tradisional tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga mengandung nilai budaya, sejarah, gotong royong, dan spiritual yang perlu dikenalkan kepada generasi muda.

“Pentas budaya ini dalam rangka melestarikan budaya dan mengungkit kembali kecintaan kita terhadap kesenian daerah. Kesenian kita memiliki banyak kelebihan, termasuk nilai-nilai yang terlihat maupun tidak terlihat,” ujar Kadarwati di sela-sela kegiatan.

Menurut Kadarwati, kesenian tradisional merupakan hasil kreativitas masyarakat yang memiliki nilai-nilai luhur. Karena itu, keberadaannya perlu dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Ia juga menilai penyelenggaraan pentas seni menunjukkan kuatnya semangat gotong royong masyarakat. Kegiatan budaya dapat terlaksana melalui keterlibatan pelaku seni, masyarakat, dan generasi muda.

“Ini juga merupakan hasil budi daya rakyat. Ada nilai gotong royong dan nilai-nilai keyakinan kepada Allah. Tanpa kehendak Allah, tentu tidak akan terlaksana,” katanya.

Kadarwati mengajak generasi muda untuk terus menggali budaya daerah dan tidak meninggalkan akar budaya bangsa. Menurutnya, kesenian tradisional merupakan bagian dari perjalanan sejarah dan identitas masyarakat yang perlu terus dipahami.

“Jangan lupa selalu menggali budaya kita, menggali kemampuan bangsa kita, termasuk kesenian daerah yang merupakan hasil budi daya masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jatipuro, Tulus Nugroho, mengatakan pentas Jathilan digelar untuk memenuhi aspirasi masyarakat, khususnya para pecinta kesenian tradisional. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya masyarakat yang hadir menyaksikan pertunjukan.

“Ini menjadi kegiatan yang sudah dinanti-nanti masyarakat, khususnya para pecinta seni tradisional di Desa Jatipuro. Warga memang banyak yang menanyakan kapan kegiatan seperti ini digelar kembali,” jelasnya.

Tulus berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menjaga seni budaya lokal sekaligus mempererat kebersamaan. Ia juga berpesan agar generasi muda turut menjaga dan melestarikan kesenian tradisional sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

“Pesan kami kepada generasi muda, jangan sampai meninggalkan seni budaya yang dimiliki Indonesia dan bangsa Indonesia. Mari bersama-sama menjaga dan melestarikannya,” pungkasnya. [nfa]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *