MRT Jakarta Perkuat Transformasi Perkotaan melalui Pengembangan Kawasan Berbasis TOD

Desanesia– Pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) menjadi salah satu fokus utama PT MRT Jakarta dalam menciptakan kota yang lebih terintegrasi, nyaman, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Tak hanya mengoperasikan layanan kereta, MRT Jakarta juga mengembangkan kawasan di sekitar stasiun agar lebih ramah bagi pejalan kaki, terhubung dengan berbagai moda transportasi, serta mampu menghadirkan ruang publik dan aktivitas ekonomi baru.
Head of TOD Planning Department MRT Jakarta, Sagita Devi, mengatakan kehadiran MRT Jakarta sejak awal memang dirancang tidak sekadar sebagai moda transportasi massal, melainkan menjadi penggerak regenerasi kawasan perkotaan melalui pengembangan berbasis transit. Saat ini MRT Jakarta mengemban lima mandat, mulai dari pembangunan infrastruktur, pengoperasian layanan, pengembangan properti, integrasi transportasi, hingga penyediaan layanan konsultansi.
“Keberadaan MRT itu sendiri bisa menjadi katalis perkembangan ekonomi, perubahan lifestyle di dalam kota, dan juga katalis adanya regenerasi urban melalui pengembangan berbasis transit,” ujar Sagita, Kamis (30/7) yang dilansir dari VOI.id.
Sagita menjelaskan, MRT Jakarta mendapat mandat mengelola sembilan kawasan TOD di sepanjang jalur fase 1 dan fase 2. Sejumlah kawasan seperti Lebak Bulus, Fatmawati, Blok M–ASEAN, Istora Mandiri, dan Dukuh Atas telah memiliki dasar regulasi yang lengkap, sementara kawasan lainnya masih menunggu penyelesaian regulasi untuk mendukung pengembangan secara optimal.
Menurutnya, pengembangan TOD dilakukan melalui kolaborasi dengan pemerintah, operator transportasi, BUMD, hingga pihak swasta. Beberapa proyek yang telah direalisasikan antara lain Transport Hub Dukuh Atas, Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Blok M Hub, Park and Ride Lebak Bulus, serta Jembatan Penyeberangan Multiguna Dukuh Atas yang memperkuat konektivitas antarmoda.
“Dalam pengelolaan kawasan TOD ini kita memang enggak bisa bergerak sendiri dan kita butuh kolaborasi dari semua stakeholders dalam pengembangannya,” kata Sagita.
Melalui pengembangan kawasan tersebut, MRT Jakarta berharap konsep TOD tidak hanya meningkatkan kualitas layanan transportasi publik, tetapi juga menghadirkan efek berganda bagi perekonomian, meningkatkan nilai kawasan, serta menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih terhubung, inklusif, dan berkelanjutan. [nfa]








