Harga Telur di Magetan Turun, BGN Minta SPPG Tambah Menu Telur di Program MBG

Desanesia – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan pihaknya telah meminta seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur untuk memperbanyak penggunaan telur dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini dilakukan untuk membantu penyerapan hasil produksi peternak ayam petelur di daerah.
Kebijakan tersebut muncul setelah adanya aksi damai peternak telur di Magetan yang memprotes turunnya harga telur di tingkat peternak. Menurut Nanik, BGN memahami kondisi para peternak yang sedang menghadapi biaya produksi tinggi, sementara harga jual telur terus melemah.
“Kami telah menginstruksikan seluruh SPPG di Jawa Timur untuk mengoptimalkan penggunaan telur dalam menu MBG, sehingga dapat membantu meningkatkan penyerapan telur peternak dan menjaga stabilitas harga di tingkat produsen,” ucap Nanik dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, (8/5).
Ia menjelaskan, berdasarkan koordinasi bersama Satgas MBG Kabupaten Magetan, penggunaan telur dalam menu MBG akan ditingkatkan menjadi tiga kali dalam seminggu. Sebelumnya, menu telur hanya diberikan dua kali setiap pekan.
“Jadi untuk menaikkan harga telur, peternak program MBG akan menggunakan menu telur seminggu tiga kali. Program MBG memang dirancang tidak hanya untuk pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal, termasuk peternak ayam petelur,” katanya.
Nanik juga mengatakan selama ini SPPG di Kabupaten Magetan sudah memakai pasokan telur dari peternak lokal dan tidak mengambil dari luar daerah. Langkah itu dinilai dapat membantu perputaran ekonomi masyarakat setempat.
Sebelumnya, pada Rabu (6/5), para peternak ayam petelur di Magetan menggelar aksi damai di kawasan Alun-Alun Magetan dan sekitar Masjid Agung Baitussalam. Dalam aksi tersebut, peternak membagikan sekitar tiga ton telur gratis kepada masyarakat sebagai bentuk protes atas anjloknya harga telur.
Para peternak menyebut harga telur di tingkat kandang saat ini hanya sekitar Rp22.000 hingga Rp22.800 per kilogram. Angka itu masih jauh di bawah Harga Acuan Pembelian (HAP) pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram. Mereka juga mengeluhkan mahalnya harga pakan ternak dan kondisi produksi telur yang berlebih sehingga hasil panen sulit terserap pasar. [fai]








