BPSDMD Kalsel Tingkatkan Kesiapsiagaan ASN Lewat Pelatihan Bencana

Desanesia – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan resmi menutup Pelatihan Dasar Manajemen Bencana Angkatan I untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Kalsel. Kegiatan penutupan berlangsung di Aula Kampus I BPSDMD Kalsel, Jumat, (8/5).
Kepala BPSDMD Kalsel, Faried Fakhmansyah melalui Sekretaris BPSDMD Kalsel, Rina Astuti mengatakan pelatihan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kemampuan ASN dalam menghadapi berbagai potensi bencana di Kalimantan Selatan, dilansir dari radarbanua.co.id.
“Provinsi Kalimantan Selatan memiliki alam yang indah, namun juga memiliki potensi bencana seperti kebakaran hutan dan lahan, kebakaran di pemukiman, banjir, dan angin puting beliung,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berbagai bencana tersebut berdampak besar terhadap masyarakat, infrastruktur, hingga perekonomian daerah. Karena itu, peningkatan kemampuan para petugas penanggulangan bencana dinilai sangat diperlukan.
“Peningkatan kapasitas para pelaku penanggulangan bencana di Indonesia, khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan pada berbagai tingkat, baik di kalangan pemerintah maupun non-pemerintah, merupakan sebuah keharusan,” katanya.
Menurutnya, penguatan kemampuan dalam pengurangan risiko bencana perlu terus dilakukan agar korban jiwa, kerusakan lingkungan, dan kerugian ekonomi bisa ditekan.
“Melalui pelatihan ini, seluruh pihak diajak untuk berperan aktif dalam upaya penanggulangan bencana,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sub Bidang Pengembangan Kompetensi Umum dan Pilihan Jabatan Administrasi, Eliza Meilani menyampaikan seluruh peserta dinyatakan lulus berdasarkan hasil penilaian yang meliputi sikap dan perilaku 10 persen, keterampilan 30 persen, serta hasil pre-test dan post-test sebesar 60 persen.
“Sebanyak 11 orang lulus dengan kualifikasi memuaskan, sementara 19 orang lainnya berhasil meraih kualifikasi sangat memuaskan,” jelasnya.
Panitia juga memberikan penghargaan kepada enam peserta dengan nilai tertinggi, yaitu Muhammad Dian Ansari dengan nilai 97,54, Hanifda 94,13, Yatna Priyatna 94,01, Reza Lazuardi 93,89, Restu Palinggi 93,49, dan Yulita Rahmi 92,03.
Eliza menambahkan, hasil nilai peserta akan dikirim ke Pusdiklat Penanggulangan Bencana sebagai bahan seleksi untuk mengikuti pelatihan lanjutan di Bogor.
“Diharapkan peserta yang terpilih nantinya dapat terus mengembangkan kompetensi dan kemampuan mereka di tingkat nasional,” pungkasnya. [fai]








