Garam Laut Pantai Selatan Jadi Bahan Utama Lulur Mandi Inovasi Peneliti UGM
Desanesia – Tim Peneliti Pusat Studi Sumberdaya dan Teknologi Kelautan (PSSTK) Universitas Gadjah Mada (UGM) inovasi produk kosmetik lulur mandi berbahan garam laut dan bahan alami.
Produk yang diberi nama Lumare, atau Cahaya dari Laut, ini mengandalkan garam dari pantai selatan sebagai bahan baku utama, karena dinilai memiliki kualitas bersih dan alami sehingga berpotensi menjadi bahan baku kosmetik premium.
Ketua tim peneliti, Prof. Ir. Leni Sophia Heliani, S.T., M.Sc., D.Sc., IPU., yang juga Dosen Teknik Geodesi UGM, menjelaskan inovasi ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas garam rakyat lewat diversifikasi produk bernilai ekonomi tinggi.
“Dalam inovasi produk kosmetik ini, garam berperan untuk proses eksfoliasi mengangkat sel-sel kulit mati dan menghilangkan kotoran dari permukaan kulit,” kata Leni, Kamis, (23/7).
Lumare hadir dalam dua varian, yakni Kopi untuk mengembalikan energi tubuh dan kesegaran kulit, serta Matcha untuk detoksifikasi total dan ketenangan jiwa.
“Dua kebaikan alam, satu solusi kulit berkilau khas Jogja,” ujarnya.
Leni menyebut, tren konsumen saat ini memang semakin mengarah pada produk perawatan tubuh yang alami, aman, dan ramah lingkungan.
“Tren konsumen semakin mengarah pada produk perawatan tubuh yang alami, aman, dan ramah lingkungan,” paparnya.
Lumare Salt Body Scrub sendiri menggunakan garam laut berkualitas tinggi hasil produksi petani garam Pantai Selatan sebagai bahan eksfoliasi alami utama. Produk ini juga sudah melalui uji keamanan pada kulit sebelum dipasarkan.
“Produk ini melalui uji iritasi kulit atau dermatologically tested untuk membantu memastikan keamanan penggunaan pada kulit,” jelas Leni.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Istimewa Yogyakarta, R. Hery Sulistio Hermawan, S.Pi., M.T., mengapresiasi upaya tim peneliti dalam mengembangkan inovasi berbasis garam lokal ini, sekaligus menekankan pentingnya sinergi berbagai pihak demi keberlanjutan hasil penelitian.
“Kolaborasi berbagai pihak antara perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat berperan penting dalam mendorong hilirisasi hasil penelitian agar bermanfaat bagi masyarakat luas,” ungkapnya.








