Daerah

Dari Kebun ke Pasar: UB Sulap Pisang Lokal Jadi Produk Bernilai Jual Tinggi

Tim Ekspedisi Patriot UB di Klamono-Segun, Papua Barat Daya/Prasetya UB

Desanesia – Tim Ekspedisi Patriot UB bersama Warga Kampung Mlasmilly, Distrik Klamono, yang bergotong royong mengubah komoditas sederhana menjadi produk olahan di kawasan.

Selama ini, pisang di kampung tersebut umumnya hanya dimanfaatkan untuk konsumsi rumah tangga atau dijual dalam bentuk segar dengan harga pasaran yang terbatas.

Melalui pendampingan ini, paradigma tersebut mulai bergeser. Warga diajak untuk melihat peluang lebih luas dengan mengolah pisang mentah menjadi produk turunan siap jual, seperti keripik pisang, menggunakan peralatan sederhana yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar.

Salah satu anggota Tim Ekspedisi Patriot UB Tim 3, Erwinda mengatakan pendekatan yang diterapkan bukan sekadar demonstrasi memasak, melainkan pelibatan aktif dari hulu ke hilir. Warga terjun langsung mulai dari menyiapkan bahan, proses pengolahan, hingga memahami tahapan produksi agar dapat dilakukan secara mandiri di kemudian hari.

“Kami ingin kegiatan ini tidak hanya berhenti pada praktik pengolahan. Yang lebih penting adalah bagaimana masyarakat mulai melihat potensi yang ada di sekitar mereka dan bisa mengembangkannya sesuai dengan kemampuan serta kondisi di kampung,” ujar Erwinda dikutip dari prasetyaub.ac.id, Senin (7/9).

Transformasi ini diperkuat dengan pelatihan tambahan seputar penggunaan alat, teknik pengemasan (packaging) yang baik untuk memperpanjang daya simpan, hingga strategi pemasaran. Kombinasi antara pengolahan tradisional yang higienis dan sentuhan pengemasan modern ini dirancang untuk mendongkrak daya saing produk petani lokal di pasaran yang lebih luas.

Langkah kecil di Kampung Mlasmilly ini membuktikan bahwa penguatan ekonomi kerakyatan tidak selalu harus dimulai dari hal yang rumit. Dengan memaksimalkan sumber daya yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari, warga setempat kini memiliki peluang nyata untuk melahirkan keterampilan baru, menggerakkan aktivitas ekonomi mandiri, dan menatap masa depan yang lebih berdaya saing.

 

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *