Kolaborasi Lintas Kampus Bangun Budaya Zero Waste di Desa Kuta

Desanesia – Kolaborasi lintas kampus, Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Mataram (UNRAM) menanamkan fondasi budaya Zero Waste sejak dini dengan melatih 60 santri TPQ Baiturrahman, Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah, Jumat, (14/8).
Inisiatif yang dimotori oleh tim mahasiswa Doktor Mengabdi Kuliah Kerja Nyata (DM-KKN) UB bersama mahasiswa KKN UNRAM ini menjadi bagian integral dari program besar pemberdayaan masyarakat menuju kawasan KEK Mandalika yang ramah lingkungan.
Edukasi diawali dengan pengenalan jenis sampah menggunakan media visual interaktif. Anak-anak diajak mengenali sampah organik hingga kategori plastik yang sering dijumpai sehari-hari, seperti PET, HDPE, LDPE, PP, hingga PVC.
“Kami ingin menjadikan anak-anak TPQ Baiturrahman sebagai embrio perubahan dalam pemilahan sampah. Kebiasaan yang mereka pelajari hari ini diharapkan menjadi contoh bagi keluarga dan masyarakat di sekitarnya,” ujar Eka Febriana, salah satu mahasiswa DM-KKN UB
Tim mahasiswa menyediakan fasilitas dropbox khusus pemilahan sampah yang terbagi ke dalam beberapa kompartemen. Anak-anak mempraktikkan langsung pemilahan sesuai label, yang kemudian dilanjutkan dengan pemantauan (monitoring) perilaku selama tujuh hari berturut-turut.
Hasil evaluasi menunjukkan dampak positif signifikan, seluruh sampah plastik berhasil masuk ke kompartemen yang sesuai tanpa tercampur sampah organik sedikit pun.
Mandalika sebagai destinasi pariwisata super prioritas membutuhkan sistem pengelolaan sampah terpadu yang didukung oleh budaya masyarakat lokal. Dengan mengintegrasikan peran dosen, mahasiswa, pemerintah desa, dan lembaga keagamaan lokal, pendekatan ini membuktikan bahwa perubahan norma sosial dapat dibentuk dari lingkungan pendidikan anak.









