Kementerian PU Optimalkan Infrastruktur Air untuk Jaga Pasokan Saat Musim Kemarau

Desanesia– Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengintensifkan pemanfaatan infrastruktur sumber daya air guna mengantisipasi dampak musim kemarau.
Langkah tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan 10.789 sumur bor, bendungan, bendung, embung, waduk, hingga jaringan irigasi agar ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan pasokan air untuk sektor pertanian tetap terjaga.
Selain itu, berbagai peralatan darurat seperti pompa dan mesin bor juga disiagakan untuk mempercepat penanganan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menegaskan bahwa infrastruktur pengelolaan air menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan potensi fenomena El Nino.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya memperluas pembangunan infrastruktur, tetapi juga mengoptimalkan pola operasi bendungan dan jaringan irigasi agar distribusi air lebih efisien serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dan lahan pertanian selama musim kemarau.
“Kementerian PU terus berkomitmen membangun dan menyelesaikan infrastruktur pengelolaan air seperti bendungan, bendung, embung, hingga waduk di berbagai daerah. Kehadiran infrastruktur ini sangat penting untuk mendukung ketersediaan air irigasi pertanian, menjaga produktivitas lahan, serta memastikan pasokan pangan tetap terjaga meskipun menghadapi tantangan musim kemarau atau perubahan iklim,” ujar Dody Hanggodo dalam keterangannya, Sabtu (1/8) yang dilansir dari garuda24.jamnews.com.
Selain mengelola 240 bendungan dengan kapasitas tampung mencapai 7,89 miliar meter kubik, Kementerian PU juga memanfaatkan ratusan situ, danau, serta lebih dari seribu tampungan air baku untuk memperkuat ketahanan air nasional. Di sektor pertanian, penerapan teknologi Irigasi Padi Hemat Air (IPHA) terus didorong sebagai upaya meningkatkan efisiensi penggunaan air tanpa mengurangi produktivitas hasil panen. [nfa]








