Inovasi

Dorong Transisi Energi Hijau, Mahasiswa UGM dan Singapura Buat PLTS di Desa

Ilustrasi gambar/ANTARA

Desanesia – Universitas Gadjah Mada (UGM) bekerja sama dengan Nanyang Technological University (NTU) Singapura memasang lima unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Dusun Soropadan, Bantul, pada Rabu (15/7).

Listrik dari sinar matahari ini menggunakan jenis panel surya berkualitas tinggi (monocrystalline) yang dirangkai secara khusus agar bisa menghasilkan daya listrik secara maksimal. Hasil daya listrik ini nantinya akan digunakan untuk menyalakan lampu penerangan warga dan menggerakkan pompa air setempat.

Dr. Ir. Akmal Irfan Majid, S.T., M.Eng. dari Fakultas Teknik UGM menyampaikan melalui kegiatan ini, para mahasiswa tidak hanya belajar teori di kampus, tetapi juga merancang teknologi hemat energi yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga desa.

“Program ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk belajar sekaligus berkontribusi melalui penerapan teknologi tepat guna yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Akmal dikutip dari ugm.ac.id, Rabu, (29/7).

Para peserta bersama masyarakat melaksanakan perakitan (assembly) dan pemasangan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (Solar Photovoltaic/Solar PV).

Pemasangan panel surya ini juga menjadi contoh nyata bagi warga sekitar tentang pentingnya beralih ke sumber energi yang ramah lingkungan dan tidak pernah habis.

“Keberadaan instalasi PLTS juga menjadi media edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan energi baru terbarukan sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan lingkungan,” katanya.

Pemasangan panel surya ini sendiri merupakan bagian dari program sekolah musim panas ASEAN-NTU-UGM Summer School 2026 bertajuk Advancing Sustainable City Through Community Empowerment and Appropriate Technology in Yogyakarta, Indonesia.

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *