BAZNAS dan KP2MI Perkuat Sinergi ZIS untuk Tingkatkan Kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia

Desanesia– Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) dalam upaya mengoptimalkan pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk mendukung kesejahteraan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi yang berlangsung di Kantor KP2MI, Jakarta, Selasa (28/7), sekaligus menjadi momentum evaluasi dan penyempurnaan nota kesepahaman (MoU) kedua lembaga.
Dilansir dari jakarta.suaramerdeka.com, kerja sama tersebut tidak hanya difokuskan pada penghimpunan dan penyaluran dana ZIS, tetapi juga mencakup berbagai program pemberdayaan bagi PMI dan keluarganya. Dalam kesempatan itu, KP2MI turut menyerahkan donasi secara simbolis sebesar Rp100 juta melalui BAZNAS untuk disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid menjelaskan, sinergi tersebut diarahkan agar pekerja migran memperoleh manfaat sejak masa persiapan keberangkatan hingga kembali ke Tanah Air. Program yang disiapkan meliputi dukungan pembiayaan pelatihan, beasiswa bagi keluarga PMI, hingga pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) komunitas di luar negeri sebagai sarana pemberdayaan ekonomi para pekerja migran.
“Selama mereka berada di luar negeri, kami juga melakukan pemberdayaan dengan mendorong mereka menjadi perpanjangan tangan BAZNAS untuk membangun UPZ komunitas agar PMI yang tadinya mustahik bisa menjadi muzakki dan zakatnya didistribusikan ke kampung halaman,” ujar Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid.
Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin menambahkan, kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem perlindungan dan pemberdayaan PMI secara menyeluruh. Selain bantuan darurat dan skema pembiayaan penempatan, kedua lembaga juga akan mengembangkan pelatihan kewirausahaan bagi purna-PMI agar mereka memiliki kemandirian ekonomi setelah kembali ke Indonesia.
“Ke depan kita mau kembangkan lagi bagaimana kita menggali potensi dari pekerja migran Indonesia yang hari ini masih sebagai mustahik agar ke depan dapat kita dorong menjadi seorang muzakki,” kata Mukhtarudin. [nfa]








