Nasional

Kemenhub Kebut Pembangunan BRT Cekungan Bandung, Targetkan Kurangi Kemacetan dan Waktu Tempuh

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan/Jakarta.suaramerdeka.com

Desanesia– Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan terus mempercepat pengembangan layanan Bus Rapid Transit (BRT) Cekungan Bandung sebagai bagian dari Mass Transit Project (MASTRAN). Proyek transportasi publik tersebut diharapkan mampu menjadi solusi atas persoalan kemacetan di kawasan Bandung Raya melalui layanan angkutan massal yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan. Penyampaian perkembangan proyek itu dilakukan dalam kegiatan di Depo Leuwipanjang, Bandung, Jawa Barat, Rabu (22/7).

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan, mengatakan pembangunan sejumlah infrastruktur utama telah dimulai, mulai dari depo, halte, jalur khusus BRT hingga penerapan Intelligent Transportation System (ITS). Teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memberikan kepastian waktu perjalanan bagi masyarakat.

“Masyarakat tidak hanya membutuhkan transportasi umum yang nyaman, tetapi juga memiliki waktu perjalanan yang pasti. BRT Cekungan Bandung dirancang dengan jalur khusus, sistem operasi yang terintegrasi, dan dukungan Intelligent Transportation System (ITS) agar layanan menjadi lebih andal, cepat, dan konsisten,” ujar Aan Suhanan.

Menurut Aan, layanan BRT nantinya ditargetkan memiliki waktu tunggu (headway) maksimal tujuh menit pada jam sibuk dan 15 menit pada jam tidak sibuk. Dengan layanan yang lebih cepat dan dapat diandalkan, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum sehingga kemacetan dan emisi karbon di kawasan Bandung Raya dapat ditekan.

“Kami optimistis dengan dukungan dan sinergi semua pihak, seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target sehingga masyarakat di kawasan Cekungan Bandung segera menikmati layanan transportasi yang lebih aman, nyaman, efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan,” kata Aan.

Berdasarkan analisis World Bank, pengoperasian BRT Cekungan Bandung diproyeksikan mampu memangkas rata-rata waktu perjalanan sekitar 11 persen, dari 45 menit menjadi 40 menit. Sistem ini juga diperkirakan akan melayani sekitar 99 ribu penumpang setiap hari, dengan sekitar 21 persen di antaranya merupakan pengguna yang beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. [nfa]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *