Pemkot Jakbar Bongkar Bangli di Cengkareng, Aliran Air Dibersihkan untuk Antisipasi Banjir

Desanesia– Pemerintah Kota Jakarta Barat membongkar sebanyak 11 bangunan liar yang berdiri di atas saluran air di Jalan Bangun Nusa Raya, kawasan Pakuwon, Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Kamis (7/5) pagi.
Penertiban dilakukan sebagai upaya mengatasi persoalan banjir dan genangan yang kerap terjadi saat hujan turun di wilayah tersebut.
Pembongkaran dilakukan oleh petugas gabungan dari Satpol PP, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), PPSU, serta didukung personel TNI dan Polri.
Proses penertiban menggunakan alat berat jenis ekskavator untuk mempercepat pembongkaran bangunan semi permanen yang berdiri di atas saluran air.
Sejumlah bangunan yang dibongkar terdiri dari warung makan, kios kelontong, hingga sebuah gardu organisasi kemasyarakatan (ormas).
Selama proses berlangsung, kegiatan berjalan aman dan tertib tanpa adanya perlawanan dari warga maupun pemilik bangunan.
Pelaksana Tugas (Plt) Camat Cengkareng, Simson Hutagalung mengatakan, keberadaan bangunan liar tersebut sudah lama dikeluhkan warga karena menghambat aliran air dan memicu genangan ketika hujan deras.
“Bangunan liar ini berdiri tepat di atas saluran air sehingga aliran menjadi tersumbat. Dampaknya, kawasan ini kerap mengalami genangan bahkan banjir saat hujan turun,” ujar Simson dikutip dari laman faktapers.id.
Menurutnya, penggunaan alat berat dilakukan agar proses pembongkaran berjalan lebih cepat dan efektif, mengingat sebagian bangunan memiliki konstruksi yang cukup kokoh.
“Setelah pembongkaran selesai, saluran air akan dirapikan dan dikembalikan sesuai fungsinya. Nantinya juga akan dilakukan pemasangan penutup saluran,” katanya.
Simson menambahkan, sebelum dilakukan penertiban, pihak kecamatan telah melakukan sosialisasi dan memberikan surat pemberitahuan kepada para pemilik bangunan.
“Kami sudah melakukan pendekatan persuasif dan sosialisasi sebelumnya, sehingga proses penertiban hari ini berjalan kondusif,” tambahnya.
Sementara itu, Lurah Cengkareng Timur, Boy Raya Purba menjelaskan, area bekas pembongkaran nantinya akan langsung ditata ulang agar terlihat lebih rapi dan tertib.
“Setelah proses pembongkaran selesai, lokasi akan langsung ditata bersama Sudin SDA dan Sudin Perumahan melalui program CAP agar kawasan ini menjadi lebih rapi dan indah,” ujar Boy.
Ia menyebutkan, total terdapat 11 bangunan liar yang dibongkar karena seluruhnya berdiri di atas saluran air.
“Ada 11 bangunan liar yang dibongkar seluruhnya. Setelah ini kami akan lakukan penataan bersama agar fungsi saluran kembali optimal,” katanya.
Boy berharap penataan tersebut dapat membuat kawasan Pakuwon, Jalan Bangun Nusa Raya, menjadi lebih tertata sekaligus mengurangi potensi banjir dan genangan di lingkungan warga.
Selain membongkar bangunan liar, petugas juga melakukan perapihan kabel listrik yang terlihat semrawut di sekitar lokasi penertiban. [nfa]








