Nasional

Rasuna Said Disiapkan Jadi Jalur CFD Baru, Ikuti Jejak Sudirman–Thamrin

Gubernur DKI Pramono Anung/Net

Desanesia– Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah menyiapkan Jalan HR Rasuna Said sebagai lokasi baru car free day (CFD), menambah opsi selain koridor Sudirman–Thamrin yang selama ini menjadi pusat aktivitas bebas kendaraan.

Rencana ini akan mulai ditandai pada 10 Mei, bertepatan dengan pelaksanaan Instruksi Gubernur terkait pemilahan sampah serta rangkaian pencanangan HUT ke-499 Jakarta.

“Sekaligus menandai bahwa Rasuna Said itu nantinya kita persiapkan juga untuk menjadi Car Free Day seperti Sudirman-Thamrin,” kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, (6/5).

Dengan penambahan lokasi CFD, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya memperluas akses ruang publik bagi masyarakat untuk beraktivitas, sekaligus mendorong penerapan gaya hidup sehat dan ramah lingkungan di tengah perkotaan.

“Sehingga masyarakat Jakarta mempunyai banyak pilihan, termasuk pada waktunya saya akan umumkan ada perubahan jam untuk car free day dan mudah-mudahan masyarakat Jakarta semakin sehat,” urainya.

Sementara itu, terkait pelaksanaan Instruksi Gubernur mengenai pemilahan sampah, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah merencanakan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi di kawasan tersebut sebagai bagian dari upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

“Saya sudah menyetujui untuk di sana segera dibangun untuk PLTSa, pembangkit listrik tenaga sampah,” ucapnya.

Selain pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (PLTSa), kawasan Jalan HR Rasuna Said juga akan dimanfaatkan untuk pengolahan bahan bakar dari sampah atau refuse derived fuel (RDF).

Dengan skema tersebut, area ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik, tetapi juga menjadi bagian integral dari sistem pengelolaan sampah perkotaan di Jakarta.

“Sehingga dengan demikian nanti di sana ada tiga aktivitas, untuk RDF Bantargebang, yang kedua untuk fuel, yang ketiga untuk menjadi energi,” jelasnya.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti besarnya beban sampah di ibu kota yang telah menumpuk selama bertahun-tahun, dengan cadangan di TPST Bantargebang diperkirakan mencapai 55 juta ton dan perlu segera ditangani.

Menurutnya, pengembangan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi menjadi salah satu solusi strategis untuk menekan emisi metana sekaligus mengurangi tekanan terhadap kapasitas tempat pembuangan akhir di Jakarta.

Karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan pembangunan tiga fasilitas pengolahan sampah menjadi energi (PLTSa) di Jakarta.

Sementara itu, fasilitas refuse derived fuel (RDF) di Rorotan diminta terus ditingkatkan kapasitasnya, dengan tetap memperhatikan dampak lingkungan serta kenyamanan warga di sekitarnya.

“Saya minta untuk pelan-pelan ditingkatkan tetapi diperbaiki infrastrukturnya supaya tidak memberikan dampak bau maupun pernapasan bagi warga yang ada,” lanjutnya. [nfa]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *