Daerah

Tinjau SDN Kebon Kosong 09, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Salurkan School Kit

Siswa dan siswi SDN Kebon Kosong 09/Kemendikdasmen

Desanesia – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bergerak cepat memberikan dukungan nyata bagi murid serta tenaga pendidik yang terdampak musibah kebakaran di kawasan Pasar Jiung, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, meninjau langsung SDN Kebon Kosong 09 untuk menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah (school kit) serta memberikan layanan dukungan psikososial.

“Ini adalah bagian dari kepedulian dan komitmen kami atas arahan Bapak Presiden untuk segera memberikan perhatian kepada murid yang terdampak dan juga keluarganya,” ujar Abdul Mu’ti dalam keterangannya, Rabu, (3/6).

Dalam kunjungan tersebut, sebanyak 20 murid SDN Kebon Kosong 09 yang terdampak menerima bantuan paket school kit berupa tas, seragam merah-putih, dan perlengkapan sekolah, serta santunan sebesar Rp200 ribu per murid. Secara keseluruhan, Kemendikdasmen menyiapkan 139 paket school kit dan santunan yang akan disalurkan kepada seluruh murid terdampak di lingkungan sekolah maupun di kawasan sekitar musibah.

Selain dukungan bagi murid, Kemendikdasmen juga memberikan perhatian khusus bagi tenaga pendidik dan kependidikan. Bantuan santunan masing-masing sebesar Rp10 juta diserahkan kepada Mariana Siregar (guru SDN Kebon Kosong 02), Aidil (tenaga kependidikan SDN Utan Panjang 01), serta Sudarni (guru PAUD Mawar) yang turut menjadi korban terdampak kebakaran.

Sudarni, guru PAUD Mawar yang turut kehilangan tempat tinggal akibat musibah ini, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan.

“Bantuan ini sangat bermanfaat bagi saya yang harus memulai kembali dari nol. Perhatian dari Kemendikdasmen ini menjadi motivasi besar bagi kami para pendidik untuk segera bangkit dan memulihkan kondisi fisik maupun psikologis pascamusibah,” ungkap Sudarni.

Terkait pemulihan psikologis, Kemendikdasmen menggandeng Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) untuk memberikan pendampingan psikososial. Abdul Mu’ti berharap kolaborasi ini dapat memberikan rasa tenang dan menumbuhkan optimisme bagi para murid.

“Kami memberikan mereka optimisme bahwa musibah ini bukan akhir segalanya, tapi bagian dari ujian agar kita dapat mengatasinya dengan kebersamaan,” tambah Mu’ti.

Menjamin hak pendidikan tetap terpenuhi, Mendikdasmen memastikan bahwa bagi murid yang terkendala mengikuti tes akhir semester akibat musibah, pihak sekolah akan memberikan kesempatan untuk mengikuti tes susulan.

“Tidak perlu ada kekhawatiran dengan musibah ini mereka kehilangan kesempatan belajar. Kami terus bersinergi dengan Dinas Pendidikan DKI Jakarta untuk memastikan hak belajar murid tetap terjaga,” tuturnya.

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *