Bumdes

Sembilan Kecamatan di Madina Jadi Fokus Budidaya Serai Wangi

Sesi foto bersama dalam acara sosialisasi program budidaya serai wangi di Pendopo Rumah Dinas Bupati Madina, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan/BERITA28

Desanesia – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) menyiapkan sembilan kecamatan sebagai lokasi pengembangan budidaya serai wangi guna meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya sektor pertanian.

Program tersebut disosialisasikan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Madina, Desa Parbangunan, Kecamatan Panyabungan, Sabtu (25/4), dengan melibatkan perwakilan masyarakat dari 27 desa di sembilan kecamatan.

Dilansir dari berita28.com ,menurut Bupati Mandailing Natal, Saipullah, langkah ini menjadi upaya awal dalam mengoptimalkan potensi pertanian daerah yang selama ini belum tergarap maksimal, terutama dalam pengelolaan hasil serai wangi.

“Langkah ini merupakan titik awal untuk mengoptimalkan potensi pertanian daerah. Meski sebagian petani di Madina sudah menanam serai wangi, pengelolaannya selama ini dinilai belum maksimal karena terkendala proses penyulingan,” ujar Saipullah.

Ia menjelaskan, melalui program tersebut, petani tidak lagi dibebani proses penyulingan. Hasil panen nantinya akan diolah oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar memiliki nilai tambah ekonomi.

Selain itu, Saipullah menginstruksikan Dinas Pertanian untuk melakukan pemetaan lahan guna menentukan jenis serai wangi yang sesuai dengan karakteristik tanah di masing-masing wilayah.

“Pastikan jenis serai wanginya sesuai dengan kondisi tanah. Saya minta camat dan kepala desa segera mendata lokasi lahan dan petaninya. Pemerintah melalui BUMD akan bertindak sebagai pembeli (offtaker),” katanya.

Ia juga menegaskan, program ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), melainkan melibatkan pihak swasta sebagai mitra pendukung.

“Pengembangan ini tidak menggunakan anggaran pemerintah, melainkan murni dukungan dari pengusaha yang bertindak sebagai bapak angkat,” tambahnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian Madina, Taufik Zulhandra Ritonga, menyebutkan tahap awal program akan melibatkan sembilan kecamatan dengan masing-masing tiga desa.

Menurutnya, setelah tahap sosialisasi, akan dilakukan musyawarah di tingkat desa dan kecamatan untuk menentukan luas lahan serta kesepakatan teknis budidaya.

“Target awal untuk sembilan kecamatan ini adalah lahan seluas 500 hektare. Namun, tidak menutup kemungkinan program ini akan dikembangkan ke kecamatan lainnya di masa mendatang,” pungkas Taufik. [fai]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *