Nasional

Rumah Tan Malaka Dipugar, Akan Dikembangkan sebagai Destinasi Wisata Sejarah dan Budaya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat meninjau Rumah Tan Malaka di Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh, Jumat (19/6)/Ist

Desanesia– Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan pemerintah akan melanjutkan renovasi dan pengembangan kawasan Rumah Tan Malaka di Pandam Gadang, Kecamatan Gunuang Omeh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat. Selain sebagai situs bersejarah, kawasan tersebut akan diarahkan menjadi pusat budaya dan edukasi yang memperkenalkan gagasan serta perjalanan hidup Tan Malaka kepada masyarakat.

Saat meninjau lokasi pada Jumat (19/6), Fadli juga meminta sejumlah pembenahan dilakukan, termasuk penataan area sekitar, penyempurnaan ruang pamer, dan peningkatan sistem pencahayaan guna mendukung kenyamanan pengunjung.

“Kita akan jadikan tempat ini sebagai pusat budaya, wisata sejarah, dan tempat bersejarah yang mengenang Tan Malaka sebagai seorang pejuang nasional Indonesia,” kata Fadli.

Fadli Zon mengatakan penetapan Rumah Tan Malaka sebagai Cagar Budaya Nasional membuka peluang lebih besar bagi pemerintah untuk melakukan pelestarian dan pengembangan kawasan secara berkelanjutan.

Menurutnya, status tersebut menjadi landasan penting dalam menjaga nilai sejarah sekaligus meningkatkan fungsi kawasan sebagai ruang edukasi dan kebudayaan. Namun, ia menegaskan pengelolaan kawasan tetap dapat dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai pihak, termasuk yayasan, sepanjang mendapat persetujuan dari keluarga Tan Malaka.

Selain melakukan pembenahan bangunan, Menteri Kebudayaan Fadli Zon meminta pemerintah daerah memperkuat penanda kawasan dan petunjuk arah menuju Rumah Tan Malaka agar lebih mudah diakses dan dikenal masyarakat.

Ia menilai Rumah Tan Malaka memiliki nilai sejarah yang penting karena merepresentasikan pemikiran dan perjuangan salah satu tokoh pergerakan nasional. Fadli mengingatkan bahwa Tan Malaka telah menggagas konsep Republik Indonesia melalui bukunya Naar de Republiek yang terbit pada 1925, jauh sebelum kemerdekaan.

Melalui penataan kawasan ini, pemerintah berharap warisan intelektual dan perjuangan Tan Malaka dapat semakin dikenal sekaligus menjadi sarana edukasi sejarah bagi generasi muda. [nfa]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *