Nasional

PBNU Targetkan Penguatan Ekonomi Warga Lewat Ekspansi Usaha Skala Besar dan Berkelanjutan

Ketua PBNU Bidang Ekonomi, KH Hasib Wahab Chasbulla.(Foto: NU Online/Suwitno)
Ketua PBNU Bidang Ekonomi, KH Hasib Wahab Chasbulla.(Foto: NU Online/Suwitno)

Desanesia – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Ekonomi, KH Hasib Wahab Chasbulla, menegaskan pentingnya penguatan ekonomi warga NU melalui pembentukan unit usaha berskala besar. Langkah ini dinilai strategis agar potensi basis massa NU yang masif dapat diimbangi dengan kekuatan ekonomi yang mampu menembus pasar nasional sekaligus internasional.

Kiai Hasib menggarisbawahi bahwa lini bisnis yang dikelola NU saat ini cenderung masih berskala kecil, padahal organisasi ini memiliki akar rumput yang sangat besar. Oleh karena itu, penguatan sektor ekonomi wajib masuk dalam daftar prioritas program kerja kepengurusan PBNU periode mendatang.

“Usulan saya jelas, NU harus fokus pada pemberdayaan ekonomi warga. Secara organisasi NU ini besar, namun unit usahanya masih tergolong kecil,” ungkap Kiai Hasib kepada media selepas agenda pelantikan pengurus PBNU yang berlangsung di Pondok Pesantren Al-Hamid, Jakarta, Sabtu (24/10).

Lebih lanjut, ia mendorong NU untuk mulai merambah ke sektor industri manufaktur seperti pembangunan pabrik atau sektor riil komersial lainnya. Menurutnya, peralihan ke industri skala besar sangat krusial agar program pemberdayaan tidak bersifat temporer, melainkan jangka panjang dan dampaknya bisa dirasakan langsung secara nyata oleh warga.

“Ke depan, NU dituntut memiliki korporasi besar seperti pabrik dengan jangkauan pasar global. Sektor inilah yang benar-benar dibutuhkan warga. Pengelolaan ekonomi tidak boleh berjalan musiman atau mandek karena pergantian struktur kepengurusan. Semua program ekonomi harus diselesaikan tuntas,” tambahnya.

Meski begitu, Kiai Hasib mengingatkan bahwa peta jalan menuju kemandirian ekonomi ini menuntut soliditas tinggi serta komitmen kolektif dari seluruh jajaran pengurus. Keterlibatan para kader fungsional yang kompeten di bidangnya masing-masing menjadi kunci agar rancangan program kerja dapat dieksekusi secara optimal.

Di sisi lain, ia melihat NU sebenarnya telah memiliki fondasi yang mapan pada beberapa pilar utama organisasi. Sektor pendidikan dinilai sukses bertumpu pada jaringan madrasah dan pesantren yang gurita, begitu pula dengan pilar keagamaan yang terus hidup lewat pengajian di tingkat perdesaan.

“Hasil evaluasi internal menunjukkan pilar pendidikan lewat pesantren sudah berjalan sangat baik. Begitu juga dakwah di desa-desa yang tidak pernah putus. Karena itu, momentum saat ini harus kita manfaatkan untuk menggenjot pilar ekonomi secara masif,” pungkasnya.[yud]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *