Karhutla Meluas ke Jawa dan Bangka Belitung, BNPB Perkuat Satgas Udara di Enam Provinsi

Desanesia– Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) meluas ke sejumlah wilayah di Indonesia. Berdasarkan laporan kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 20-21 Agustus 2026, karhutla tidak hanya terjadi di Pulau Kalimantan, tetapi juga menjalar ke Jawa Timur dan Kepulauan Bangka Belitung.
Di Jawa Timur, kebakaran melanda kawasan hutan di Bondowoso, Blitar, hingga Magetan. Di Kabupaten Bondowoso, sedikitnya 20 hektare kawasan hutan di Petak 102 Aren, Kecamatan Ijen, dilaporkan terbakar.
Ancaman karhutla di Jawa Timur semakin mendapat perhatian setelah pemerintah provinsi menetapkan status Siaga Darurat Karhutla dan Kekeringan selama 180 hari hingga Oktober 2026.
Sementara itu, di Kepulauan Bangka Belitung, kebakaran menghanguskan lahan seluas 3,8 hektare di sejumlah desa di Kabupaten Belitung Timur. Api berhasil dipadamkan oleh tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Karhutla juga masih terjadi secara masif di Pulau Kalimantan. Di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, kebakaran melanda lahan konservasi dan gambut seluas 25,29 hektare.
Kondisi serupa terjadi di Kabupaten Kutai Kartanegara. Sebanyak 49,55 hektare lahan terbakar, dengan titik terparah berada di Kelurahan Pendingin yang menghanguskan sekitar 42 hektare lahan.
Mengantisipasi meluasnya karhutla akibat kondisi hidrometeorologi kering, BNPB memperkuat pengerahan Satgas Udara di enam provinsi prioritas di wilayah Sumatera dan Kalimantan.
Di Riau, BNPB mengoperasikan satu helikopter patroli, satu helikopter Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), serta lima helikopter water bombing. Di Jambi disiagakan satu helikopter patroli, satu helikopter OMC, dan dua helikopter water bombing.
Sementara di Sumatera Selatan, BNPB mengerahkan satu helikopter patroli, satu helikopter OMC, dan tujuh helikopter water bombing. Adapun di Kalimantan Barat dioperasikan dua helikopter patroli, satu helikopter OMC, dan lima helikopter water bombing.
Untuk Kalimantan Tengah, BNPB menyiapkan satu helikopter patroli, satu helikopter OMC, dan empat helikopter water bombing. Sedangkan di Kalimantan Selatan diberdayakan satu helikopter patroli, satu helikopter OMC, serta tiga helikopter water bombing.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
“Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini terhadap potensi karhutla dan memastikan ketersediaan sarana pemadaman,” kata Berton, Jumat, (21/8). [nfa]









