Greenpeace Soroti Krisis Iklim dan Biaya Hidup Lewat Aksi Spanduk di Bundaran HI

Desanesia– Aktivis Greenpeace Indonesia membentangkan dua spanduk raksasa di Monumen Selamat Datang, kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (20/10). Aksi tersebut menyuarakan kritik terhadap penanganan krisis iklim, bencana ekologis, serta meningkatnya biaya hidup masyarakat.
Dua spanduk yang dibentangkan memuat pesan “Tangani Krisis Iklim, Turunkan Biaya Hidup” yang menghadap ke arah Istana Merdeka dan “Bencana Makin Parah, Hidup Makin Susah, Apa Kerja Pemerintah?” yang menghadap ke sisi selatan Bundaran HI. Aksi ini berlangsung bertepatan dengan dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Greenpeace mendesak pemerintah agar lebih serius menangani krisis iklim beserta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Juru Kampanye Keadilan Iklim Greenpeace Indonesia, Jeanny Sirait, menyoroti bencana ekologis seperti banjir bandang dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat mengganggu sumber penghidupan, menekan pendapatan rumah tangga, serta mendorong kenaikan harga pangan.
Bersamaan dengan aksi tersebut, Greenpeace merilis riset berjudul Besok Harga Naik! Gambaran Dampak Krisis Iklim dari Tempat Kerja, Meja Makan, dan Rumah. Riset yang melibatkan delapan kelompok masyarakat di wilayah Jabodetabekjur, Bandung Raya, dan Yogyakarta Raya itu menggambarkan dampak krisis iklim terhadap pengeluaran, pendapatan, dan kehidupan sehari-hari.
Sekitar pukul 08.00 WIB, petugas kepolisian bersama personel pemadam kebakaran menurunkan spanduk yang terpasang di monumen. Hingga laporan awal pada Selasa pagi, alasan resmi penurunan spanduk belum disampaikan aparat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo turut menanggapi aksi tersebut. Ia menyatakan bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian dari demokrasi yang perlu dihormati, dengan tetap memperhatikan ketertiban umum.
“Jakarta ini atau Indonesia ini adalah negara demokrasi. Yang seperti itu tentunya kita memberikan penghormatan dan apresiasi. Tetapi yang paling penting jangan kemudian mengganggu ketertiban umum,” kata Pramono, Selasa (20/10).
Pramono juga berharap spanduk segera diturunkan agar tidak mengganggu ketertiban di kawasan Bundaran HI. Aksi Greenpeace tersebut kembali menyoroti pentingnya penanganan krisis iklim yang mempertimbangkan dampak lingkungan, sosial, dan ekonomi terhadap masyarakat. [nfa]









