Nasional

Fakultas Teknik, Peternakan, dan Kehutanan UGM Lantik 620 Insinyur Baru

Universitas Gadjah Mada melantik 620 insinyur di Fakultas Teknik, Fakultas Peternakan, dan Fakultas Kehutanan/UGM

Desanesia – Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam acara pelantikan 620 insinyur baru dari Program Profesi Insinyur yang diselenggarakan Fakultas Teknik, Fakultas Peternakan, dan Fakultas Kehutanan, bertempat di Grha Sabha Pramana, Selasa, (14/7).

Pelantikan Insinyur Periode I Tahun 2026 ini terdiri dari 482 insinyur baru dari Fakultas Teknik, 72 insinyur baru dari Fakultas Peternakan, dan 66 insinyur baru dari Fakultas Kehutanan.

Deputi Ketua Umum Pengembangan Organisasi Wilayah dan Cabang PII, Ir. Priyatno Bambang Hernowo, ST., MM., MPU., IPU., ASEAN Eng., menyampaikan bahwa gelar profesi insinyur merupakan pengakuan atas kompetensi, integritas, serta tanggung jawab untuk menjalankan praktik keinsinyuran secara profesional.

Menurutnya, kualitas seorang insinyur tidak hanya diukur dari kecepatan menyelesaikan proyek atau besarnya keuntungan, tetapi juga dari keselamatan, keandalan hasil rekayasa, manfaat bagi masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan.

“Teknologi harus kita kuasai, tetapi tidak boleh menguasai pertimbangan profesional kita. Kecerdasan buatan membantu menghitung dan memodelkan, tetapi tanggung jawab atas keputusan tetap berada pada insinyur,” tegasnya.

Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan, Fakultas Teknik UGM, Prof. Sugeng Sapto Surjono, turut mengingatkan para insinyur baru untuk senantiasa menjaga komitmen moral sepanjang karier. Ia menekankan bahwa profesi insinyur mengemban tanggung jawab besar dalam membangun, memajukan, dan menyejahterakan bangsa melalui praktik keinsinyuran yang berintegritas.

“Di tengah berita-berita tentang degradasi moral dan etika, Anda hari ini mengucapkan sumpah yang menuntut tingginya moral dan etika sebagai seorang insinyur yang akan mempunyai peranan penting untuk membangun, memajukan, dan menyejahterakan bangsa Indonesia,” jelasnya.

Mewakili insinyur baru dari Fakultas Teknik UGM, Ir. Gerry Utama, Ph.D., menyampaikan bahwa profesi insinyur bukan sekadar menyandang gelar, melainkan mengemban tanggung jawab untuk menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa.

“Saintis adalah orang-orang yang menemukan kebenaran, sedangkan insinyur adalah orang-orang yang mencari solusi atas kebenaran tersebut untuk menyelamatkan hajat hidup orang banyak,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa integritas dan keberanian untuk bertanggung jawab perlu menjadi landasan utama dalam praktik keinsinyuran, sebab setiap keputusan teknis yang diambil akan berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat. Ia pun mengajak seluruh insinyur baru untuk menjadi generasi yang mampu menentukan arah pembangunan bangsa melalui keputusan-keputusan yang berorientasi pada kemanfaatan publik.

“Integritas adalah bagian dari desain. Data tidak boleh dibengkokkan hanya untuk menyenangkan atasan. Kompetensi memang diperlukan dan membuat kita mampu, tetapi karakter membuat kita dipercaya,” pungkasnya.

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *