BNPB Perkuat Program Destana di Jawa Timur, Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Bencana

Desanesia–Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat pelaksanaan program Desa Tangguh Bencana (Destana) di Provinsi Jawa Timur sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi berbagai potensi bencana. Langkah tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Kemitraan Australia-Indonesia dalam program SIAP SIAGA, sekaligus mendorong penerapan praktik-praktik terbaik yang telah berhasil dijalankan di sejumlah desa.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat berdialog dengan pemerintah kabupaten/kota dan para pelaku Destana di Kota Malang, Rabu (5/8), menegaskan bahwa keberhasilan program mitigasi harus terus diperluas agar mampu memperkuat ketangguhan masyarakat di wilayah rawan bencana. Menurutnya, upaya pencegahan menjadi kunci untuk mengurangi korban jiwa maupun kerugian yang ditimbulkan ketika bencana terjadi.
“Forum Destana dan forum pengurangan risiko bencana juga perlu dimaksimalkan, karena pencegahan menjadi aspek yang sangat penting dalam penanggulangan bencana secara keseluruhan. Jika sudah terjadi bencana, dampak yang ditanggung oleh masyarakat dan bangsa jauh lebih besar, mulai dari korban hingga kerugian harta benda,” kata Suharyanto.
BNPB mencatat, penerapan Destana telah menunjukkan hasil positif di sejumlah daerah, termasuk keberhasilan penyelamatan warga saat terjadi banjir di Papua pada 2024 dan bencana hidrometeorologi di Tanah Datar, Sumatera Barat, pada 2025. Dalam kunjungan kerjanya ke Kota Batu, Suharyanto juga meninjau penguatan Destana melalui penanaman pohon alpukat di lereng Gunung Arjuno sebagai bagian dari mitigasi banjir bandang dan longsor yang sekaligus diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Di kesempatan yang sama, BNPB mengimbau seluruh BPBD di Jawa Timur meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kekeringan dan kebakaran hutan akibat fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2027. [nfa]








