Opini

Banyak Berita Acara Dinilai Hambar, Wartawan Diingatkan Fokus pada Substansi

ilustrasi gambar saat meliput. (Sumber: PEXELS)

Desanesia – Liputan acara yang hanya berfokus pada kegiatan yang berlangsung, dinilai membuat kualitas berita menjadi dangkal dan kurang memberi manfaat bagi pembaca.

Kang Hasan, Pemimpin Redaktur dari portal media Lintas Priangan menilai, banyak wartawan masih terjebak pada pola lama dalam menulis berita kegiatan, yakni sekadar melaporkan siapa yang hadir dan siapa yang membuka acara.

Menurutnya, pendekatan tersebut memang tidak salah secara fakta, tetapi sering kali gagal menyampaikan informasi yang relevan bagi publik.

“Masalahnya bukan benar atau salah, tapi pembaca tidak mendapatkan apa-apa dari tulisan itu,” ujar Hasan dikutip dari lintaspriangan.com pada Senin, (20/4).

Ia menjelaskan, acara seharusnya tidak menjadi fokus utama dalam berita. Yang lebih penting adalah konteks di balik kegiatan tersebut, seperti masalah yang melatarbelakangi, tujuan kegiatan, serta dampaknya bagi masyarakat.

Dalam banyak kasus, berita justru terasa seperti laporan panitia karena mengikuti alur acara secara mentah, mulai dari pembukaan hingga penutup.

Selain itu, penggunaan kalimat normatif dalam kutipan juga dinilai membuat berita kehilangan daya tarik. Pernyataan seperti harapan umum tanpa data atau penjelasan dianggap tidak memberikan informasi baru.

Sebaliknya, kutipan yang menjelaskan kendala atau fakta di lapangan dinilai lebih bernilai bagi pembaca.

Ia juga menekankan pentingnya penggunaan data untuk memperkuat tulisan. Tanpa data, berita akan terasa lemah dan tidak memiliki konteks yang jelas.

“Tanpa data, tulisan itu seperti kopi tanpa kafein,” katanya.

Menurutnya, wartawan perlu mengubah cara pandang dalam melihat sebuah kegiatan. Alih-alih berfokus pada seremoni, wartawan harus mampu menemukan inti persoalan yang ingin disampaikan kepada publik.

Di akhir, ia menegaskan bahwa tugas wartawan bukan sekadar melaporkan jalannya acara, melainkan menyampaikan informasi yang penting dan relevan.

“Orang tidak terlalu peduli siapa yang membuka acara, tapi mereka peduli kenapa acara itu perlu ada,” ujarnya. [fai]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *