Bulog Jabar Lampaui Target Pengadaan Beras 2026, Penyerapan Gabah Petani Terus Berlanjut

Desanesia – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Barat berhasil melampaui target pengadaan setara beras tahun 2026 menjelang penutupan tahun. Berdasarkan data per 22 Oktober 2026, realisasi pengadaan mencapai 694.947 ton atau 100,07 persen dari target awal yang ditetapkan sebesar 694.432 ton.
Keberhasilan ini menjadi bukti komitmen Bulog dalam menyerap hasil panen dalam negeri sekaligus memperkuat benteng ketahanan pangan nasional. Melalui langkah strategis ini, Bulog hadir memberikan kepastian pasar bagi para petani di Jawa Barat, terutama saat memasuki musim panen raya.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jabar, Nurman Susilo, menegaskan bahwa pencapaian target ini tidak akan menghentikan proses pengadaan. Pihaknya memastikan penyerapan gabah dan beras dari petani lokal akan terus berjalan.
“Alhamdulillah, Bulog Jawa Barat berhasil melampaui target pengadaan setara beras tahun 2026. Meski target telah tercapai, kami akan terus menyerap gabah petani hingga akhir Desember dan melanjutkan komitmen ini pada tahun-tahun berikutnya, khususnya untuk mendukung petani di Jawa Barat,” ujar Nurman, dikutip dariRMOLJabar, Jumat (23/10).
Untuk menjaga ritme penyerapan yang optimal, Bulog Kanwil Jabar terus memperkuat kolaborasi dengan kelompok tani, pemilik penggilingan padi, serta para pemangku kepentingan terkait. Sinergi ini dirancang agar instrumen pengadaan mampu meningkatkan posisi tawar petani dalam rantai pasok pangan.
Selain sektor pelayanan publik (penugasan pangan), Bulog Kanwil Jabar juga mencatatkan kinerja positif pada sektor bisnis. Realisasi penjualan komoditas komersial mereka dilaporkan telah menembus 116,59 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Penjualan Tahun 2026.
Ke depan, Bulog Kanwil Jabar berkomitmen untuk terus meningkatkan penyerapan hasil panen guna menjaga ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Langkah progresif ini diharapkan dapat berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesejahteraan petani sebagai pilar utama ketahanan pangan nasional.[yud]









