Korsleting Listrik dan Pembakaran Sampah Picu Lonjakan Kasus Kebakaran di Tangerang Raya

Desanesia – Lonjakan kasus kebakaran melanda wilayah Tangerang Raya selama sepekan terakhir, dengan korsleting listrik dan pembakaran sampah menjadi pemicu utama rentetan bencana tersebut. Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan akumulasi puluhan peristiwa kebakaran yang menghanguskan kawasan industri, area komersial, hingga pemukiman warga di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.
Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten Tangerang yang, tercatat ada 34 kasus kebakaran dalam kurun waktu satu minggu. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, mengungkapkan bahwa mayoritas insiden dipicu oleh faktor kelalaian dan cuaca.
“Dari total 34 kejadian, mayoritas didominasi oleh kebakaran sampah, lahan, maupun ilalang sebanyak 27 kali, sedangkan kebakaran kawasan industri atau rumah tinggal tercatat sebanyak tujuh kali,” kata Taufik, dikutip dari rri.co.id. Kecamatan Rajeg dilaporkan menjadi wilayah yang paling sering dilanda amukan si jago merah.
Selain kebakaran lahan dan sampah, korsleting listrik turut memicu kerugian hingga miliaran rupiah di Tangerang Selatan dan Kota Tangerang. Di Serpong, Tangerang Selatan, sebuah bengkel dan rumah hangus terbakar hingga 90 persen akibat dugaan korsleting listrik dengan kerugian ditaksir Rp1 miliar. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP)Kota Tangerang Selatan, Ahmad Dohiri, memastikan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Sementara itu sembilan gudang di Jatiuwung, Kota Tangerang juga terbakar. Penyebab kebakaran diduga berasal dari hubungan pendek arus listrik. Titik api pertama kali muncul dari gudang es krim Momoyo yang berada di bagian ujung.
“Personel yang kami terjunkan ada 60 personel dengan 16 unit armada. Dibantu juga dari Damkar Kabupaten Tangerang dan instansi terkait,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia Suherlandia Rahman, Rabu, (21/10).
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar waspada dalam mengelola sampah dan rutin memeriksa instalasi listrik.[yud]









