Pemkot Bandung Perkuat Pengolahan Sampah dari Hulu, Targetkan Pengurangan Beban TPA

Desanesia– Pemerintah Kota Bandung memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya melalui peningkatan pengolahan sampah organik di tingkat kewilayahan. Dikutip dari jakarta.suaramerdeka.com, langkah ini dilakukan untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir (TPA) sekaligus mendorong masyarakat lebih aktif memilah dan mengolah sampah sejak dari lingkungan tempat tinggal.
Wali Kota Bandung M Farhan mengatakan, pengendalian sampah dari hulu menjadi prioritas agar jumlah sampah yang diangkut ke TPA dapat ditekan. Menurutnya, penanganan di tingkat kewilayahan perlu diperkuat untuk mengurangi tekanan terhadap fasilitas pembuangan akhir.
“Untuk isu sampah memang tugas kami sekarang 100 persen di hulu. Kenapa? Karena untuk bisa mengurangi tekanan ke TPA, maka hulunya juga mesti dikontrol,” ujar Farhan, Kamis (15/10).
Salah satu upaya yang dijalankan adalah program Gaslah, yang berperan dalam pengelolaan sampah sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan dan pengolahan sampah. Saat ini, kapasitas pengolahan sampah organik melalui program tersebut mencapai sekitar 70 ton per hari. Pemkot Bandung menargetkan kapasitasnya meningkat hingga 200 ton per hari.
Pemkot Bandung juga membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mahasiswa diharapkan membantu pemilahan dan pengolahan sampah di tingkat kewilayahan. Uji coba pelibatan mahasiswa di Arcamanik disebut menunjukkan hasil positif dan akan diperluas ke wilayah lain.
“Percobaan di Arcamanik berhasil dengan sangat baik, maka kita akan replikasi di beberapa tempat lain,” katanya.
Selain itu, Pemkot Bandung merencanakan pembangunan kompos pit atau lubang pengolahan sampah organik di tingkat rukun warga (RW). Setiap RW direncanakan memiliki tiga kompos pit berukuran sekitar 1 x 1 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter. Dengan sekitar 1.600 RW di Kota Bandung, fasilitas yang direncanakan mencapai kurang lebih 4.800 titik.
Farhan mengatakan, fasilitas tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah organik yang harus dibawa ke TPA. Pemkot Bandung menargetkan sekitar 120 hingga 150 ton sampah organik per hari dapat ditangani di tingkat RW.
“Tujuannya ke sana. Insyaallah target kita bisa mengurangi sampai 20 persen sampah organik yang dibawa ke TPA,” tutur Farhan.
Melalui penguatan pengolahan sampah dari hulu, Pemkot Bandung berharap volume sampah yang diangkut ke TPA dapat berkurang dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah semakin meningkat. [nfa]









