Opini

HUT ke-81 RRI, Nezar Patria Ingatkan Bahaya Algoritma Global dan “Echo Chamber”

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria/Ist

Desanesia – Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengapresiasi langkah transformasi Radio Republik Indonesia (RRI) yang kini telah bermigrasi dari siaran frekuensi radio konvensional menuju aplikasi multiplatform terintegrasi berbasis suara, teks, dan visual.

Hal tersebut disampaikannya dalam Sarasehan Peringatan HUT RRI ke-81 bertema “RRI Kemarin, Kini dan Nanti” di Auditorium RRI, Jakarta Pusat, Rabu, (9/9).

Kendati menilai proses digitalisasi RRI sudah berada di jalur yang tepat (on the track), Ia mengingatkan adanya tantangan teknis dari penggunaan platform digital global. 

Wamenkomdigi menekankan bahwa migrasi ke ekosistem digital menuntut pemahaman mendalam atas kerja algoritma platform global yang berbasis matematis dan micro-targeting. Sistem ini berpotensi memicu fenomena ruang gema (echo chamber) serta filter bubble yang mengisolasi pengguna dalam bias informasi tertentu.

“RRI adalah ekspresi keberagaman yang luar biasa. Namun, jika kita terperangkap dalam satu echo chamber, keberagaman itu bisa hilang. Oleh karena itu, kuncinya adalah tetap menjaga integritas informasi (information integrity),” ujar Wamen Nezar.

Ancaman ini semakin nyata seiring maraknya produksi konten instan dan disinformasi berbasis kecerdasan artifisial (AI).

Oleh karena itu, RRI diharapkan dapat menavigasi algoritma digital tanpa mengorbankan fungsi utamanya sebagai lembaga penyiaran publik yang netral dan tepercaya. Dengan mempertahankan integritas, RRI diproyeksikan menjadi penyaring kebenaran (clearing house of information) bagi masyarakat luas.

“Saya tetap percaya di balik itu semua, konten yang jernih, konten yang menjelaskan, dan konten yang memberikan arah akan tetap dicari orang di tengah ketidakmenentuan,” pungkasnya.

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *