Daerah

Tim SAR Perluas Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Pencarian 5 jurnalis yang hilang kontak saat akan meliput erupsi Gunung Anak Krakatau masih terus dilakukan Tim SAR Gabungan./Net

Desanesia– Tim SAR Gabungan kembali melanjutkan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat hendak melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda, Rabu (9/9).

Operasi pencarian memasuki hari kedua setelah speedboat Arupadhatu 1 yang membawa delapan orang dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9) sore. Tim SAR mulai melakukan penyisiran sejak pukul 07.00 WIB dengan memperluas wilayah pencarian.

Kasubsie Ops dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, mengatakan operasi pencarian dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk meningkatkan cakupan penyisiran.

“Dalam pelaksanaan pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan membagi operasi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk memperluas cakupan area pencarian,” kata Rizky dikutip dari garuda.24jamnews.com, Rabu (9/9).

Pencarian difokuskan di sekitar titik terakhir speedboat tersebut diketahui melakukan kontak. Sejumlah unsur turut dikerahkan, mulai dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, USS Pandeglang, Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, TNI-Polri, pemerintah daerah, Balawista, nelayan, hingga masyarakat.

Tim SAR juga mengerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan peralatan pendukung untuk mempercepat pencarian. Armada yang digunakan antara lain KN SAR Tetuka 247, KAL Anyer, KP Sanjaya, tiga unit Rigid Inflatable Boat (RIB), serta drone thermal.

“Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal,” jelas Rizky.

Penggunaan drone menjadi pilihan karena pencarian menggunakan helikopter maupun pesawat belum memungkinkan akibat kondisi abu vulkanik dari aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Rizky mengatakan proses pencarian akan terus dievaluasi dengan mempertimbangkan kondisi cuaca, arus laut, serta perkembangan informasi di lapangan. Cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah berawan dengan angin sekitar 14 knot dan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter.

Speedboat Arupadhatu 1 sebelumnya bertolak dari kawasan Carita menuju Gunung Anak Krakatau untuk membawa lima jurnalis yang hendak meliput aktivitas erupsi. Kelima jurnalis tersebut yakni M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki, Yudhis, Daus, dan Donal.

Selain lima jurnalis, terdapat tiga awak kapal yang berada dalam speedboat tersebut, yaitu Warta selaku kapten, Surakman sebagai BK, serta Heriyanto sebagai pemandu.

Hingga pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran untuk menemukan keberadaan speedboat beserta seluruh penumpangnya. [nfa]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *