Hadapi Abu Anak Krakatau, Pemprov DKI Kerahkan 40 Armada Water Mist dan Terapkan PJJ

Desanesia– Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi dampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas udara sekaligus melindungi kesehatan masyarakat.
Sekretaris Daerah DKI Jakarta Uus Kuswanto mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan berkoordinasi dengan sejumlah lembaga terkait.
“Warga Jakarta diimbau tetap tenang dan pemerintah siap memberikan layanan terbaik,” ujar Uus saat konferensi pers di Monas, Minggu (6/9).
Salah satu langkah yang dilakukan Pemprov DKI adalah menggelar operasi water mist berskala besar. Penyemprotan kabut air bertekanan tinggi tersebut bertujuan membantu menangkap dan mengendapkan partikel debu maupun abu vulkanik agar tidak terus melayang di udara.
Operasi water mist mulai dilakukan pada Minggu sekitar pukul 16.00 WIB dengan mengerahkan sekitar 30 hingga 40 armada dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) serta Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut).
Menurut Uus, penyemprotan akan dilakukan secara rutin dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari, hingga kondisi udara dinyatakan membaik. Operasi tingkat provinsi difokuskan di sejumlah ruas jalan utama, seperti Jalan Sudirman-MH Thamrin, Jalan Yos Sudarso hingga Terminal Tanjung Priok, serta kawasan Pluit.
Penyemprotan juga dilakukan di sejumlah wilayah lainnya. Di Jakarta Pusat, operasi mencakup kawasan Cempaka Putih hingga Gunung Sahari. Sementara di Jakarta Timur, penyemprotan difokuskan di Jalan Pramuka, UKI hingga Terminal Kampung Melayu.
Untuk Jakarta Selatan, operasi dilakukan di Jalan Rasuna Said hingga Gatot Subroto. Sedangkan di Jakarta Barat mencakup Jalan S. Parman, Daan Mogot dan Tomang.
Selain menjaga kualitas udara, Pemprov DKI menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi seluruh sekolah di Jakarta mulai Senin (7/9). Kebijakan tersebut akan dievaluasi dan pembelajaran tatap muka kembali dilaksanakan setelah kondisi dinyatakan aman dan dampak abu vulkanik berakhir.
Uus juga mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, mengurangi kegiatan di luar rumah jika tidak mendesak, serta menutup pintu dan jendela untuk mengurangi masuknya abu vulkanik ke dalam rumah.
Pemilik gedung yang memiliki fasilitas water mist juga diminta turut mengoperasikannya secara mandiri. Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD untuk memantau perkembangan kondisi secara aktual.
Bagi masyarakat yang mengalami kondisi darurat medis atau membutuhkan bantuan, layanan Jakarta Siaga 112 dan fasilitas kesehatan terdekat tetap disiagakan. Warga juga diminta mengikuti informasi dari kanal resmi pemerintah dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. [nfa]









