60 KK Terdampak Kebakaran Lapak Limbah di Jakbar, Pemkot Pastikan Kebutuhan Warga Terpenuhi

Desanesia– Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat bergerak menangani dampak kebakaran yang melanda lapak pengolahan limbah plastik sekaligus permukiman warga di Jalan Kampung Sawah Balong, Kelurahan Srengseng, Kecamatan Kembangan. Peristiwa tersebut menyebabkan sekitar 60 kepala keluarga (KK) terdampak.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah turun langsung ke lokasi pada Minggu (6/9) untuk memastikan penanganan warga terdampak berjalan dengan baik. Kebakaran yang terjadi sejak Jumat (4/9) malam itu membutuhkan waktu sekitar 20 jam hingga akhirnya dapat ditangani pada Sabtu dini hari.
Iin mengatakan pemerintah tidak hanya berkonsentrasi pada penanganan kondisi fisik pascakebakaran, tetapi juga memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, termasuk tempat tinggal sementara dan layanan kesehatan.
“Yang paling utama adalah memastikan warga mendapatkan kebutuhan dasarnya. Mulai dari logistik, tempat tinggal sementara, sampai pelayanan kesehatan harus tersedia,” kata Iin.
Pemkot Jakarta Barat juga menyiapkan pelayanan administrasi kependudukan bagi warga yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran. Warga dapat mengurus kembali KTP maupun dokumen kependudukan lainnya melalui layanan yang disediakan di lokasi.
Terkait penyebab kebakaran dan proses hukum, Iin menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum. Namun, ia meminta pemilik lapak turut memperhatikan kondisi warga yang rumah maupun tempat tinggalnya ikut terdampak.
Ia mendorong pemilik lapak berkomunikasi dengan camat, lurah, RT dan RW untuk membahas bentuk bantuan yang dapat diberikan kepada masyarakat terdampak.
“Pendekatannya harus humanis. Kami meminta pemilik lapak dapat duduk bersama camat, lurah, RT dan RW untuk membicarakan bentuk perhatian serta bantuan bagi warga yang rumah atau kontrakannya terdampak,” ujarnya.
Selain penanganan warga, Pemkot Jakarta Barat juga memberikan perhatian terhadap kondisi lingkungan di sekitar lokasi kebakaran. Material sisa kebakaran, terutama limbah plastik, akan dipilah terlebih dahulu untuk menentukan bagian yang masih dapat dimanfaatkan.
Selanjutnya, Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Barat bersama jajaran wilayah dan pemilik lapak akan melakukan pembersihan puing secara gotong royong. Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan kawasan sekaligus mencegah munculnya persoalan lingkungan baru pascakebakaran. [nfa]









