Dr. Ferdi Yasin: Ideologi Pancasila Jadi Filter Utama Tangkal Hoaks hingga Penyalahgunaan AI

Desanesia – Akademisi sekaligus Peneliti STMIK Jayakarta, Dr. Verdi Yasin, S.Kom., M.Kom., menegaskan bahwa penguatan ideologi Pancasila merupakan filter utama dan panduan moral bagi masyarakat di tengah masifnya tantangan teknologi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Hal tersebut, disampaikannya dalam Forum Diskusi Publik bertajuk “Penguatan Ideologi Pancasila” pada tayangan youtube Ditjen Komunikasi Publik dan Media.
Verdi menjelaskan bahwa perkembangan era Industri 4.0 membawa arus informasi cepat yang berpotensi membuat pengguna internet lupa diri jika tidak dibentengi oleh fondasi ideologi yang kuat. Tanpa kontrol diri berdasarkan nilai-nilai Pancasila, masyarakat rentan terjebak dalam berbagai dampak negatif di dunia maya.
“Tantangan kita di era digital ini sangat besar. Mulai dari maraknya hoaks, disinformasi, polarisasi, ujaran kebencian, hingga perundungan siber. Bahkan ada kecenderungan masyarakat sulit membedakan antara kritik yang membangun dengan caci maki,” ujar Verdi.
Ia juga menyoroti fenomena penyalahgunaan teknologi terkini seperti AI. AI seharusnya ditempatkan sebagai alat bantu (tool) untuk mendukung produktivitas, bukan instrumen yang mengikis kontrol moral dan etika kemanusiaan.
Oleh karena itu, ia mengimbau generasi muda untuk menjadikan lima sila Pancasila sebagai penyaring utama dalam berkomunikasi dan beraktivitas di ruang digital. Memahami hakikat Pancasila sebagai pemersatu bangsa dan pandangan hidup dinilai menjadi kunci utama untuk menangkal radikalisme serta sikap individualistis di era modern.
“Kemajuan teknologi harus kita imbangi dengan pemikiran yang merdeka dan bijak. Mari manfaatkan ruang digital untuk menyebarkan narasi positif, menjaga toleransi, dan mempertahankan etika sebagai warga digital yang berintegritas,” pungkasnya.
Penguatan ideologi Pancasila di ruang digital diharapkan dapat membentuk ekosistem siber Indonesia yang lebih aman, beradab, dan berkeadilan.









