Inovasi

Jembatan Baru antara SMK dan Dunia Industri Lewat DigiSkillBadge

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin/Kemendikdasmen

Desanesia – Pemerintah resmi meluncurkan Ekosistem DigiSkillBadge sebagai solusi untuk menghubungkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan kebutuhan industri. Mulai dari dokumentasi hingga verifikasi, untuk memudahkan dunia usaha menemukan talenta terbaik yang sesuai dengan kebutuhan mereka, Senin, (24/8).

Dokumentasi kompetensi murid hanya terbatas pada dokumen administratif yang kurang dapat mencerminkan kemampuan praktis mereka di lapangan. Hal ini sering menyebabkan ketidaksesuaian antara profil lulusan SMK dengan ekspektasi industri.

Direktur SMK, Arie Wibowo Khurniawan, ekosistem ini bukan aplikasi baru, melainkan integrasi dari berbagai platform yang sudah dimiliki untuk menciptakan portofolio kompetensi yang komprehensif.

“DigiSkillBadge adalah jawaban untuk mewadahi kompetensi dan portofolio murid SMK yang dapat dibuktikan, dipercaya, dan dapat dilihat. Tujuan dari ekosistem ini adalah membuat kompetensi terlihat, terpercaya, bisa dibawa ke mana saja, dan terhubung dengan industri,” ujar Arie Wibowo.

Platform ini menggabungkan empat elemen utama: profil kompetensi, kredensial mikro, bukti (evidence), dan portofolio kompetensi. Dengan struktur ini, setiap keterampilan yang dimiliki murid SMK akan memiliki bukti nyata yang dapat diverifikasi.

“Melalui DigiSkillBadge kita sedang membangun ekosistem agar setiap keterampilan anak SMK memiliki bukti, setiap bukti dapat diverifikasi dan setiap kompetensi memiliki jalan menuju masa depan,” jelas Arie Wibowo.

Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus (Dirjen Dikmen Diksus), Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, juga mengubah paradigma dalam melihat dokumentasi kompetensi. Rekam jejak digital bukan sekadar urusan administrasi, melainkan jembatan dari ruang kelas menuju dunia kerja.

“Masa depan anak-anak kita jangan hanya dinilai dari apa yang tertulis di atas kertas, tetapi dari apa yang mampu mereka kerjakan, ciptakan, dan kontribusikan. Anak-anak kita bukan kekurangan potensi, namun dunia hanya belum melihat buktinya dan tugas kita membuat kompetensi itu terlihat,” ujar Dirjen Tatang.

Dengan diluncurkannya DigiSkillBadge, harapannya murid SMK mulai membangun rekam jejak nyata sejak kelas X. Kolaborasi antara institusi pendidikan vokasi, industri, dan pemerintah melalui ekosistem digital ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih responsif terhadap kebutuhan dunia kerja dan menghasilkan lulusan SMK yang kompeten serta siap langsung berkontribusi di industri

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *