Pemprov DKI Jakarta Targetkan 10 Ribu Lebih Bus Listrik TransJakarta pada 2030

Desanesia – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengambil langkah agresif dalam mempercepat transisi hijau sektor transportasi publik. Salah satu fokus utamanya adalah menggenjot penggunaan kendaraan ramah lingkungan dengan menargetkan seluruh armada TransJakarta beralih menjadi bus listrik secara penuh pada tahun 2030 mendatang.
Hal tersebut diungkapkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat menghadiri ajang Indonesia International Transport Summit (IITS) 2026 di The Tribrata Hotel and Convention Center, Jakarta Selatan, Kamis, (20/8).
Gubernur Pramono Anung menyampaikan bahwa saat ini Jakarta telah mengoperasikan 500 bus listrik. Jumlah tersebut akan terus dilipatgandakan secara bertahap hingga mencapai 10.047 unit bus listrik pada akhir dekade ini.
“Pemprov DKI juga mempercepat transisi hijau melalui elektrifikasi transportasi publik. Saat ini, Jakarta memiliki 500 bus listrik. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 10.047 bus listrik pada 2030 atau seluruh armada TransJakarta terelektrifikasi,” ujarnya.
Selain elektrifikasi bus kota, Pemprov DKI terus mempercepat pembangunan infrastruktur rel dan transportasi berbasis massal lainnya. Jaringan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome0-Manggarai mulai beroperasi pada Agustus 2026 ini, disusul pembangunan MRT Fase 2A yang ditargetkan mencapai Stasiun Monas pada 2027 dan berlanjut hingga kawasan Kota pada 2029.
Perluasan jaringan rel ini turut diselaraskan dengan pembangunan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD) seperti Blok M Hub dan Dukuh Atas, guna memudahkan mobilitas warga dari moda satu ke moda lainnya.
Transformasi transportasi Jakarta juga ditopang oleh pemanfaatan data dan teknologi cerdas. Penerapan Intelligent Transportation Systems (ITS) terbukti menjadi instrumen kunci dalam mengendalikan kepadatan lalu lintas secara real-time.
“Intervensi ITS telah berkontribusi terhadap pengurangan lebih dari 8,7 juta ton CO2e,” kata Gubernur Pramono.
Melalui integrasi pembayaran digital, perluasan jangkauan pengumpan Microtrans untuk konektivitas first-mile dan last-mile, serta elektrifikasi massal, Jakarta optimis mampu memangkas emisi sektor transportasi sekaligus menjadi percontohan living laboratory bagi kota-kota metropolitan lainnya di Indonesia.









