Nasional

Produksi Motor Listrik Nasional, Biaya Transportasi Masyarakat Diproyeksikan Hemat hingga 70 Persen

Presiden Prabowo Subianto saat meluncurkan Motor Listrik Nasional atau MoLiNas di Cikarang, Bekasi/Sekretariat Presiden

Desanesia – Presiden Repulik Indonesia, Prabowo Subianto secara resmi mengumumkan pemberian insentif bagi perusahaan Indonesia yang mampu memproduksi satu juta unit motor listrik di dalam negeri. Kebijakan ini dirancang untuk mempercepat terbentuknya ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dari hulu ke hilir yang efisien, tangguh, dan berdaya saing tinggi.

Kebijakan insentif ini diproyeksikan memberikan multiplier effect bagi perekonomian domestik. Tidak hanya mendorong perakitan unit kendaraan, skema ini memperkuat pengembangan industri manufaktur pendukung, mulai dari sel baterai, software management system, suku cadang, hingga jaringan layanan purnajual.

“Kebijakan ini mempunyai tiga tujuan sekaligus: menurunkan biaya kendaraan untuk rakyat, mengurangi konsumsi bahan bakar impor, dan membesarkan industri motor listrik nasional beserta rantai pasok baterai, komponen, perangkat lunak, serta layanan purnajualnya,” ujar Presiden Prabowo di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat, (14/8).

Setiap unit kendaraan listrik yang diproduksi secara lokal tidak sekadar menjadi alat transportasi, melainkan fondasi kekuatan industri dalam negeri yang menyerap banyak tenaga kerja lokal.

“Pengurangan impor energi dan yang sangat penting adalah pekerjaan dan penghasilan bagi anak-anak Indonesia,” tegas Presiden.

Dari sisi konsumsi, percepatan penetrasi kendaraan listrik buatan dalam negeri diproyeksikan mampu memangkas biaya transportasi masyarakat secara signifikan. Pemerintah memperkirakan pengeluaran energi masyarakat akan berkurang hingga 50 persen, bahkan berpotensi turun hingga 70 persen dibandingkan biaya operasional kendaraan berbasis BBM saat ini.

Langkah ini berjalan beriringan dengan komitmen pemerintah dalam memperkuat pasokan energi bersih nasional, salah satunya lewat rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bertahap menuju target 100 GW untuk menopang kebutuhan daya ekosistem EV di masa depan.

Harapannya Indonesia menjadi konsumen serta produsen, guna mempercepat transisi energi hijau melalui penguatan industri motor listrik nasional.

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *