Inovasi

Gabung Sayuran dan Ikan Lele, Desa Selorejo Jaga Ketahanan Pangan Lewat Sistem Terintegrasi

Ilustrasi gambar/Ecomena

Desanesia – Kolaborasi antara Tim Living Lab Fakultas Bio-Industri Pertanian dan Kehuttaganan Universitas Brawijaya (FBIPK UB) dan Tim Pelaksana Kegiatan Khusus (TPKK) melakukan pengembangan green house hidroponik untuk budidaya selada semi-organik dan ikan lele, Selasa, (4/8).

Ketahanan Pangan Desa Selorejo menjadi penggerak utama dalam pengembangan ini. Dukungan tambahan dari Tim SOMAT, serta keterlibatan langsung mahasiswa Living Lab, membuat proyek ini berjalan dengan momentum yang konsisten.

Sistem ini menggabungkan budidaya selada hidroponik dengan pemeliharaan ikan lele dalam satu ekosistem produktif. Pendekatan semacam ini bukan hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya lokal.

Limbah selada yang tidak layak jual tidak dibiarkan menumpuk. Tim pengelola memanfaatkannya kembali melalui pembuatan kompos, sehingga menciptakan daur ulang bahan organik.

Dari empat unit green house yang ada di lokasi, tiga di antaranya saat ini aktif membudidayakan selada hidroponik semi-organik dengan varietas Caipira, yang dikenal juga sebagai Batavia lettuce.

Proses pemasaran hasil produksi juga didukung secara penuh. Tim Living Lab turut membantu dalam promosi selada hidroponik dan ikan lele melalui berbagai platform media sosial, termasuk akun Instagram resmi TPKK (@tpkk_selorejodau) dan akun pribadi para mahasiswa yang terlibat.

Hasil budidaya telah didistribusikan ke sejumlah mitra kerjasama strategis. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu penerima utama, diikuti dengan penyaluran ke rumah makan lokal yang ada di sekitar wilayah Malang. Pola distribusi semacam ini memastikan bahwa produk lokal langsung bermanfaat bagi komunitas setempat.

Anggota Tim SOMAT sekaligus alumni Program Studi Agroekoteknologi Universitas Brawijaya, Widya Maya Putri (Maya) pengalamannya langsung terlibat dalam operasional green house membuat perspektifnya tentang kolaborasi ini sangat berharga.

“Kami merasa sangat terbantu dengan adanya Tim Living Lab. Selain membantu operasional di lapangan, kami mendapat banyak informasi dan pengetahuan baru. Ke depannya, kami berharap green house ini terus berkembang dengan kegiatan yang lebih inovatif, serta memiliki mitra tetap untuk menyerap hasil produksi secara berkelanjutan,” ujar Maya.

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *