Festival Bukit Batu Padukan Wisata Alam, Budaya Dayak, dan UMKM

Desanesia – Festival Bukit Batu sukses menghadirkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, dan pelaku usaha dalam mempromosikan potensi wisata alam, budaya Dayak, serta ekonomi kreatif di Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya.
Festival yang digelar di kawasan Muhammad Subuh Center (MSC) ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya, Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya, dan HUT ke-25 MSC.
Mengusung konsep ekowisata berbasis masyarakat, festival menghadirkan pertunjukan seni budaya Dayak, bazar UMKM, pameran produk kreatif lokal, edukasi lingkungan, hingga berbagai aktivitas luar ruang yang memperkenalkan kekayaan alam Bukit Batu.
Selain menjadi ajang hiburan, festival juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk unggulan, mulai dari kuliner khas, kerajinan tangan, hingga produk kreatif berbasis kearifan lokal. Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat Bukit Batu sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Palangka Raya.
Festival juga mengusung pesan pelestarian lingkungan melalui edukasi tentang pentingnya menjaga hutan tropis Kalimantan, Sungai Rungan, dan habitat satwa liar sebagai bagian dari ekosistem Bukit Batu.
Ketua Panitia Festival Bukit Batu, Amalia Lerigo mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk membuktikan bahwa pembangunan dapat berjalan seiring dengan pelestarian alam dan budaya, Sabtu, (18/7).
“Festival Bukit Batu bukan sekadar perayaan, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menunjukkan bahwa pembangunan dapat berjalan berdampingan dengan pelestarian alam dan budaya. Kami ingin Bukit Batu dikenal sebagai kawasan yang tumbuh karena kolaborasi masyarakatnya, bukan hanya karena keindahan alamnya,” ujarnya.
Melalui sinergi budaya, alam, dan ekonomi kreatif, Festival Bukit Batu diharapkan menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas Bukit Batu sebagai kawasan ekowisata berbasis masyarakat sekaligus mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan di Kalimantan Tengah.








