BMKG: Cuaca Ekstrem Masih Berpotensi Landa Wilayah Jabar Sepekan ke Depan

Desanesia– BMKG mengimbau masyarakat di wilayah Jawa Barat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, menyusul peluang terjadinya cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung dalam sepekan ke depan.
“Masyarakat dan instansi terkait diimbau untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologis,” tutur Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Rakhmat Prasetia dalam keterangannya, Minggu (17/5).
Cuaca ekstrem itu berupa hujan lebat-sangat lebat, angin kencang, banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. Masyarakat pun diminta memperhatikan kondisi tersebut dalam kaitan aktivitasnya.
“Seperti perlunya mempertimbangkan kondisi itu dalam perencanaan aktivitas sehingga bisa mempertimbangkan kehati-hati dalam merencanakan aktivitas atau perjalanan baik darat, laut, dan udara dengan memantau informasi cuaca terkini,” jelasnya.
Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi cuaca ekstrem dengan memahami risiko di lingkungan sekitar serta mematuhi arahan evakuasi yang disampaikan pemerintah daerah.
Kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer yang dalam sepekan ke depan masih berpotensi meningkatkan pasokan uap air dan memicu pertumbuhan awan konvektif di sejumlah wilayah Jawa Barat.
Faktor pendorongnya meliputi suhu muka laut yang relatif hangat di sebagian perairan Indonesia serta aktivitas MJO yang aktif secara spasial di atas Pulau Jawa.
MJO sendiri merupakan suatu aktivitas atau fenomena dinamika atmosfer berupa pergerakan gugusan awan, hujan, dan angin yang bergerak merambat ke arah timur di sepanjang wilayah tropis
Karena itu, potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang pada skala lokal dan durasi singkat dapat terjadi di sejumlah wilayah seperti Kabupaten (Kab) Bekasi, Kab. Bogor, Kab. Karawang, Kab. Purwakarta, Kab. Cianjur, Kab. Sukabumi, Kab. Bandung, Kota Bandung, Kab. Bandung Barat, Kab. Sumedang, Kab. Majalengka, Kab. Kuningan, dan Kab. Garut. [nfa]








