RI Berduka, Tiga Peacekeepers Gugur dalam Serangan di Lebanon

Upacara pelepasan ketiga jenazah sebagai penghomatan di Bandara Internasional Rafiq Hariri di Beirut, Lebanon dan dipimpin langsung oleh Force Comander UNIFIL, Jumat(3/4).
Untuk memastikan proses pemulangan berjalan dengan lancar Pemerintah Republik Indonesia berkomitmen dengan sebaik-baiknya. Namun saat ini intensitas kontak senjata di berbagai titik wilayah, akibat meningkatnya serangan Israel di Lebanon Selatan menimbulkan keterbatasan pada pergerakan. Dalam kondisi normal, perjalanan dari Beirut ke Jakarta memerlukan waktu setidaknya 17 jam.
“Dalam suasana penuh keprihatinan ini, Pemerintah Indonesia terus berkoordinasi erat dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memastikan proses repatriasi dapat berlangsung secara cepat, aman, dan lancar. Pemulangan jenazah diharapkan dapat dilakukan dalam pekan pertama,” tulis perwakilan tetap Republik Indonesia di PBB dalam keterangan yang di terima redaksi.
Proses repatriasi merupakan bentuk penghormatan terakhir bagi para Prajurit yang telah gugur dan sebagai tanggung jawab negara kepada keluarga yang ditinggalkan.
“Doa dan dukungan dari seluruh rakyat Indonesia menjadi penguat dalam mengiringi kepulangan para pahlawan bangsa,” ujarnya.
Tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB di Lebanon, yakni Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar, Sertu Muhammad Nur, dan Praka Farizal Rhomadhon, gugur saat menjalankan tugas.
“Pengabdian mereka menjadi bagian dari komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia sebagaimana amanat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Banjirnya ucapan dukacita dan dukungan internasional bagi Indonesia merupakan bukti keberhasilan mereka mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di mata dunia,” pungkasnya. [fai]





