Desapolitan

Wamen PPPA Tekankan Pentingnya Peran Perempuan dalam Pembangunan Desa

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan. (Dok. Kemen PPPA)

Desanesia – Pemberdayaan perempuan desa dipandang sebagai fondasi strategis dalam memperkuat ketahanan sosial, ekonomi, dan pangan nasional. Keterlibatan aktif perempuan di tingkat desa dinilai memiliki dampak langsung terhadap kemandirian dan keberlanjutan pembangunan.

Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA), Veronica Tan menegaskan, perempuan bukan hanya kelompok penerima manfaat pembangunan, melainkan aktor utama yang mampu menggerakkan perubahan di desa apabila diberikan ruang, akses, dan dukungan kebijakan yang memadai.

“Perempuan memegang peranan yang sangat penting. Ketika kita memberikan ruang berdaya dan akses kepada perempuan, mereka bisa menjadi pelaku pembangunan. Petani perempuan juga sangat banyak. Saya yakin perempuan kuat, desa akan kuat, dan negara juga akan menjadi kuat,” kata Veronica Tandi dalam keterangannya dikutip Sabtu, 17 Januari 2025.

Menurut Veronica, desa merupakan ruang strategis untuk mendorong kemandirian sosial dan ekonomi masyarakat, terutama melalui penguatan peran perempuan dalam berbagai sektor produktif. Perempuan desa dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam menopang kehidupan keluarga sekaligus roda ekonomi lokal.

“Perempuan di desa harus didukung ruang geraknya untuk pemberdayaan. Banyak perempuan yang hari ini bukan hanya menjadi tulang rusuk, tetapi juga tulang punggung keluarga,” jelasnya.

Ia menjelaskan, peran perempuan dalam pembangunan desa tidak dapat dipisahkan dari fakta demografis, mengingat jumlah perempuan mencapai sekitar 50 persen dari total penduduk Indonesia. Dengan porsi tersebut, pemberdayaan perempuan desa menjadi kunci dalam menciptakan komunitas yang mandiri dan tangguh.

Veronica menambahkan, penguatan peran perempuan desa perlu didukung melalui kolaborasi lintas sektor agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan. Sinergi antarprogram dinilai penting untuk membuka akses ekonomi sekaligus meningkatkan kapasitas perempuan di tingkat lokal.

Salah satu inisiatif yang dinilai konkret dalam mendorong pemberdayaan perempuan desa adalah Program Kebun Pangan Lokal. Program tersebut dianggap mampu membuka peluang peningkatan ekonomi sekaligus memperkuat akses perempuan terhadap sumber pangan.

“Kebun Pangan Lokal ditambah dengan program dari Kementerian Pertanian bisa menjadi kolaborasi yang membuka ruang pemberdayaan dan akses bagi perempuan. Kami juga sedang menjalankan Kebun Pangan Lokal untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG),” ujar Veronica.

Ia meyakini, peningkatan kapasitas perempuan desa akan memberikan dampak langsung terhadap ketahanan desa secara menyeluruh, baik dari sisi pangan, ekonomi, maupun ketahanan sosial.

Veronica juga menekankan pentingnya sinergi antarkementerian dan lembaga sebagai langkah strategis dalam mendukung agenda prioritas Presiden. Kolaborasi tersebut antara lain melibatkan Kementerian Pertanian melalui pembibitan dan pendampingan, serta Koperasi Desa Merah Putih dalam mendukung pemasaran hasil produksi perempuan desa.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *