Tampil Perkasa di Piala Gong Xi Fa Chai, Duet Firli–Ahsan Kunci Gelar Juara

Desanesia – Sorak sorai memenuhi arena ketika laga final Piala Gong Xi Fa Chai 2026 mencapai puncaknya. Di tengah atmosfer kompetisi yang hangat, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Komjen (Purn) Firli Bahuri memastikan diri mengangkat trofi setelah berduet dengan legenda bulutangkis Mohammad Ahsan pada turnamen yang berlangsung di GOR Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Sabtu, 14 Februari 2026.
Ajang tahunan tersebut bukan hanya diikuti penggemar olahraga tepok bulu, melainkan juga deretan mantan atlet papan atas Indonesia yang pernah menorehkan prestasi di level nasional maupun dunia. Seperti edisi sebelumnya, atmosfer kompetisi terasa semarak dengan kehadiran nama-nama besar.
Nomor Ganda Putra tahun ini diikuti delapan pasangan yang terbagi ke dalam dua grup. Setiap tim menampilkan kombinasi pengalaman serta energi berbeda sepanjang pertandingan.
Di Grup A, Firli Bahuri berduet dengan Mohammad Ahsan yang dikenal sebagai salah satu pemain ganda putra terbaik dunia serta peraih gelar World Champions pada 2013, 2015, dan 2019. Kolaborasi keduanya menjadi sorotan sejak awal laga.
Grup tersebut juga diisi pasangan Joko Supriyanto yang turut memenangkan Piala Thomas 1994, 1996, 1998, dan 2000 bersama Flandy Lempele yang pernah memenangkan Japan Open 2006 dan Kejuaraan Asia 2008 serta sempat bermain untuk Inggris. Kehadiran mereka menambah daya saing di fase penyisihan.
Selain itu, Trikus Hariyanto yang meraih medali perak Olimpiade 2000 di Sydney, Australia berpasangan dengan atlet muda Kayp1 Champion Academy Naufal Raihan Saputra. Pasangan lain di grup ini ialah Bertian Berry bersama Faisal yang pernah melatih bulutangkis di Las Vegas, Amerika Serikat.
Persaingan di Grup B tak kalah ketat dengan tampilnya Ali Hanafiah bersama pebulutangkis nasional Didit Juang Indrianto yang pernah mengikuti Ciputra Hanoi International Challenge 2012. Duet berikutnya menghadirkan Hariyanto Arbi, peraih Piala Thomas 1994, 1996, 1998, dan 2000, yang berpasangan dengan Ghalib Cahya.
Arfiananda dan Wahyu Nayaka yang pernah menjuarai Macau Open 2017 serta Indonesian Master 2016 di sektor ganda putra juga meramaikan grup ini. Sementara Bambang Suprianto yang memperkuat Tim Thomas 1992, 1996, dan 2002 serta meraih medali emas di sejumlah ajang internasional tampil bersama Riky Widianto, juara Osaka International Challenge 2012.
Pada fase penyisihan Grup A, pasangan Firli Bahuri/M. Ahsan menaklukkan Flandy Lempele/Joko Supriyanto dengan skor akhir 31-29 lalu mengatasi Trikus Hariyanto/Naufal Raihan Saputra 31-20. Untuk memastikan status juara grup, mereka menghentikan langkah Berry Angriawan/Hafiz Faizal dengan skor 31-25.
Langkah keduanya berlanjut ke semifinal setelah menundukkan runner up Grup B Bambang Suprianto/Riky Widianto dengan skor 31-28. Pada partai puncak, Firli Bahuri/M. Ahsan mengalahkan Ali Hanafiah/Didit Juang Indrianto melalui tiga gim 21-23, 21-18, dan 21-17.
Turnamen Piala Gong Xi Fa Chai yang bergulir sejak 2023 diselenggarakan oleh Komunitas Bulutangkis Indonesia. Komunitas ini berdiri pada 2004 atas inisiatif sejumlah tokoh termasuk Tan Joe Hok atau Hendra Kartanegara, peraih trofi All England pertama bagi Indonesia pada 1959 serta medali emas Asian Games 1962, dengan tujuan mempererat silaturahmi, menumbuhkan nasionalisme, dan membangun kesetiakawanan antaranggota.
Selain mantan atlet nasional yang berkiprah di berbagai kejuaraan, komunitas tersebut juga menaungi pecinta bulutangkis dari berbagai kalangan. Keberadaan wadah ini menjadi ruang temu lintas generasi dalam suasana kebersamaan.
“Semoga semangat sportivitas, kesehatan, dan kebersamaan terus membawa keberuntungan bagi semua. Gong XI Fa Chai,” ujar Ketua KBI Hariyanto Arbi dalam keterangan kepada redaksi.
Dia menambahkan, setelah pertandingan Ganda Putra, pertandingan Ganda Putri dan Ganda Campuran Piala Gong Xi Fa Chai 2026 akan dilangsungkan pada hari Rabu, 18 Februari 2026, di GOR Djarum, Petamburan, Jakarta. []








