Desapolitan

Program TEKAD Jadi Strategi Percepatan Pembangunan Desa Tertinggal

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto. (Kemendes PDT)

Desanesia – Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) disiapkan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) sebagai penggerak utama percepatan pembangunan desa tertinggal dengan sasaran 1.110 desa di sejumlah wilayah prioritas nasional.

Program TEKAD dirancang sebagai skema terpadu mencakup penguatan pemerintahan ekonomi desa, pembangunan infrastruktur dasar, pengembangan desa wisata, dan sektor penunjang lain yang saling terhubung. Melalui pendekatan tersebut, desa tertinggal diarahkan untuk bertransformasi menuju status desa berkembang.

“Jadi ini cara kami untuk menyentuh ke persoalan supaya desa tertinggal itu langsung menyentuh. Hingga menuju desa berkembang,” ujar Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto usai Rapat Kerja bersama Komisi V DPR RI, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.

Yandri menjelaskan, pelaksanaan program TEKAD diprioritaskan pada kawasan yang selama ini menghadapi keterbatasan pembangunan. Wilayah sasaran meliputi enam provinsi di Papua, Nusa Tenggara Timur, Maluku, dan Maluku Utara.

Ia menambahkan, pemerintah juga mulai mengatasi persoalan krusial berupa keterbatasan listrik serta akses jaringan telekomunikasi di desa tertinggal. Penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian, lembaga, BUMN, hingga keterlibatan sektor swasta.

“Blank spot juga yang tidak punya sinyal sudah mulai kita urai dengan Komdigi, kalau listrik tadi dengan ESDM, sudah mulai sekarang. Jadi untuk desa-desa tertinggal, insyaAllah di periode pertama Pak Presiden Prabowo ini, tidak ada lagi akan desa tertinggal,” katanya.

Sebelumnya, Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto menyampaikan komitmen pihaknya dalam memperkuat pembangunan desa. Ia menilai langkah tersebut sejalan dengan pelaksanaan Peringatan Hari Desa Nasional 2026 sebagai ruang kolaborasi lintas sektor.

“Ruang kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat peran desa sebagai fondasi pembangunan nasional. Serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah pedesaan untuk hari ini dan masa depan Indonesia,” ucap Boy.

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *