Desapolitan

Dorong Desa Peduli Lingkungan, DPD RI-Kemendes PDT Siapkan Penghargaan Green Village

Ilustrasi desa hijau. (Kecerdasan Buatan)

Desanesia – Peran desa dalam menjaga kelestarian lingkungan dipandang sebagai fondasi penting bagi kualitas hidup masyarakat sekaligus keberlanjutan pembangunan daerah. Perspektif tersebut sejalan dengan agenda Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) yang menempatkan isu ekologi sebagai bagian dari penguatan demokrasi dan pembangunan nasional.

DPD RI  bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bahkan berencana memberikan penghargaan kepada desa yang berhasil mempertahankan kelestarian lingkungannya. Penghargaan akan diberikan bagi desa paling hijau atau green village sebagai bentuk dorongan agar desa semakin peduli terhadap aspek ekologis.

Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin menegaskan, praktik pelestarian lingkungan di tingkat desa memiliki dampak langsung terhadap keberlanjutan wilayah dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami akan segera bekerja sama, ini bocorannya, kami juga akan buat desa yang paling green, green village, desa yang paling hijau,” ujar Sultan dalam keterangannya dikutip Minggu, 18 Januari 2026.

Inisiatif penghargaan desa paling hijau tersebut menjadi bagian dari agenda Green Democracy yang diusung DPD RI, sebuah pendekatan pendidikan politik yang mendorong pembangunan demokratis agar berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan hidup.

“Kerja sama nanti DPD dengan Kementerian Desa, desa mana yang paling hijau, yang paling bisa mempertahankan ekologisnya. Itu juga kami akan apresiasi setinggi-tingginya,” sambung dia.

Sebelumnya, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Desa Nasional 2026 sebagai momentum konsolidasi untuk mewujudkan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto.

Asta Cita keenam merupakan agenda Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan desa sebagai basis pembangunan nasional, dengan tujuan mendorong pemerataan ekonomi dan menekan angka kemiskinan.

“Mari jadikan momentum Hari Desa Nasional di Boyolali ini untuk sama-sama menyatukan energi kita. Upaya tersebut dinilai penting untuk mendorong pemerataan ekonomi sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat desa,” ucap Yandri.

Untuk mendukung agenda tersebut, Kemendes PDT telah menyiapkan 12 langkah strategis. Langkah ini mencakup penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengembangan ketahanan pangan melalui desa swasembada, kemandirian energi dan air di desa, serta pengolahan lanjutan produk unggulan desa.

Selain itu, Kemendes PDT juga mendorong terbentuknya desa berorientasi ekspor, penguatan peran pemuda sebagai penggerak pembangunan desa, serta penyelarasan program lintas kementerian dan lembaga agar pelaksanaannya lebih efektif di tingkat desa.

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *