Cuaca Ekstrem Intai Bali, BBMKG Denpasar Tetapkan Status Siaga di Buleleng, Jembrana, dan Tabanan
Desanesia – Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar secara resmi mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan berintensitas lebat hingga sangat lebat di sejumlah kawasan Provinsi Bali. Peringatan dengan status siaga ini diprakirakan berlangsung pada periode 2–4 November 2026.
Prakirawan BBMKG Wilayah III Denpasar, I Made Sudarma Yadnya, mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi sebaran hujan yang tidak merata di Pulau Dewata, yang berpeluang kuat disertai angin kencang (gusty wind ).
Berdasarkan hasil analisis cuaca yang dirilis BBMKG Denpasar untuk periode 2 November hingga 3 November pukul 08.00 WITA, wilayah Kabupaten Badung, Bangli, Gianyar, dan Karangasem ditetapkan masuk dalam status waspada hujan sedang hingga lebat.
Status siaga untuk potensi hujan lebat hingga sangat lebat dipetakan dapat melanda wilayah Kabupaten Buleleng, Jembrana, dan Tabanan. Fenomena hujan ini berisiko disertai tiupan angin kencang di daerah Badung, Denpasar, Gianyar, Klungkung, serta Jembrana.
Selanjutnya, pada periode 3 November hingga 4 November pukul 08.00 WITA, status waspada untuk potensi hujan sedang hingga lebat bergeser ke wilayah Kabupaten Badung, Buleleng, Jembrana, dan Tabanan. Adapun potensi angin kencang pada kurun waktu tersebut diprediksi dapat terjadi di Kabupaten Badung, Denpasar, Jembrana, Buleleng, dan Karangasem.
Memasuki periode 4 November hingga 5 November pukul 08.00 WITA, cuaca berupa angin kencang juga diprakirakan masih berpotensi melanda area Badung, Jembrana, serta Buleleng.
Pihak BBMKG Denpasar memproyeksikan pergerakan angin pada 2–3 November akan bertiup dari arah timur hingga tenggara, dengan kecepatan maksimum yang dapat menyentuh 38 kilometer per jam.
Selain kondisi cuaca di daratan, otoritas meteorologi juga menerbitkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang diperkirakan mencapai dua meter atau lebih. Risiko gelombang tinggi ini patut diwaspadai di perairan Selat Lombok bagian selatan, Selat Bali bagian selatan, Selat Badung, serta perairan selatan Bali.
Sebagai informasi tambahan, BBMKG Denpasar mencatat bahwa awal musim hujan di Bali untuk sebagian besar dari total 20 zona musim (ZOM) mulai masuk pada November 2026 ini, di mana puncak musim hujan diestimasi baru akan terjadi pada Februari 2027 mendatang.[yud]









