Daerah

1,4 Juta Jiwa Terdampak Kekeringan, Pemerintah Daerah Percepat Mitigasi Krisis Air di Jabar

Sawah yang terdampak kekeringan/Net
Sawah yang terdampak kekeringan/Net

Desanesia – Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama instansi terkait mempercepat langkah mitigasi krisis air bersih menyusul meluasnya dampak kekeringan meteorologis di wilayah sabuk hijau. Krisis ini telah berdampak langsung pada 1,4 juta jiwa penduduk Jawa Barat.

Kondisi kekeringan ekstrem yang merontokkan pasokan air domestik ini melanda puluhan kawasan pemukiman, termasuk wilayah perdesaan penyangga aglomerasi Jabodetabek.

Berdasarkan pembaruan data infografis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar yang diterima, Selasa,(20/10), penanganan krisis air bersih tersebut direspons lewat kolaborasi lintas sektor yang telah menyalurkan total 40.753.275 liter air bersih kepada warga terdampak.

Otoritas penanggulangan bencana daerah mengonfirmasi bahwa langkah tanggap darurat diprioritaskan pada pendistribusian air bersih ke titik-titik pemukiman terparah.

“Sebanyak 1,4 juta jiwa penduduk Jabar terdampak krisis air bersih akibat kekeringan. Mitigasi di lapangan terus digenjot dengan mengerahkan armada truk tangki air secara berkala,” ujar sebut Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar Hadi Rahmat Hardjasasmita terkait laporan resmi BPBD Jabar itu.

Selain melakukan pengiriman air bersih jangka pendek, pemerintah daerah juga mulai mematangkan rencana pembuatan sumur bor dalam di zona-zona rawan kekeringan. Langkah ini dinilai krusial untuk mengamankan sumber air alternatif bagi kebutuhan konsumsi rumah tangga harian masyarakat.

Di sektor hulu, meluasnya krisis air ini berjalan beriringan dengan maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengancam kawasan resapan air. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air bersih serta menjaga kelestarian lingkungan demi menjaga kestabilan pasokan air bersih hingga musim penghujan tiba.[yud]

Penulis

What's your reaction?

Excited
0
Happy
0
In Love
0
Not Sure
0
Silly
0

You may also like

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *