TNI AL Kerahkan 11 Kapal, Cari Jurnalis Hilang di Perairan Krakatau

Desanesia – Pemerintah mengerahkan sumber daya maritim secara besar-besaran menyusul dilaporkannya hilangnya kontak rombongan jurnalis yang tengah menjalankan tugas peliputan letusan Gunung Anak Krakatau. Operasi penyelamatan (rescue) berskala masif ini difokuskan untuk menyisir perairan guna menemukan lima jurnalis bersama tiga kru kapal.
Instruksi pengerahan kekuatan penuh tersebut datang langsung dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto. Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan, Kepala Negara langsung memerintahkan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) untuk bergerak cepat sesaat setelah menerima laporan hilangnya kontak rombongan.
“Sejak rombongan lima jurnalis bersama tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak Senin malam, Presiden Prabowo memang sudah langsung menginstruksikan KSAL untuk segera melakukan pencarian, di hari itu juga TNI-AL langsung mengirim kapal-kapalnya,” ujar Seskab dalam keterangan tertulis, Kamis, (10/9).
Menindaklanjuti perintah langsung Kepala Negara, unsur maritim nasional langsung bergerak terkonsolidasi. Berdasarkan laporan resmi KSAL kepada pemerintah, total sebanyak 11 kapal diterjunkan secara serentak ke area perairan pencarian.
Pengerahan armada gabungan ini melibatkan berbagai lini kekuatan taktis dan penyelamatan, yang meliputi:
Unsur KRI TNI AL: KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861.
Unsur KAL TNI AL: KAL Anyer 1-3-64 dan KAL Pohawang I-3-30.
Unit Taktis & SAR: RBB Peucang Lanal Banten, RHIB SAR 02 Banten, serta RHIB SAR 02 Lampung.
Armada Basarnas & Kepolisian: KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa-224, dan KP Sanjaya-7017.
Pemerintah dan masyarakat berharap operasi pencarian skala masif ini dapat segera membuahkan hasil serta menemukan seluruh rombongan jurnalis dan kru kapal dalam kondisi selamat.









