Hari Ketiga Pencarian, Basarnas Kerahkan Helikopter Cari Lima Jurnalis dan Tiga Awak Kapal Hilang di Selat Sunda

Desanesia– Upaya pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau memasuki hari ketiga, Kamis (10/9). Tim SAR gabungan memperkuat pencarian melalui jalur udara dengan mengerahkan helikopter Basarnas untuk memantau wilayah operasi di perairan Selat Sunda dan sekitar Gunung Anak Krakatau, Banten.
Helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian setelah speedboat yang membawa delapan orang tersebut kehilangan kontak. Helikopter diberangkatkan dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) sekitar pukul 12.36 WIB.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan, dukungan udara diperlukan untuk memperluas pemantauan wilayah pencarian.
“Dalam rangka mendukung operasi SAR terhadap delapan orang yang masih dalam pencarian akibat speedboat hilang kontak di perairan Selat Sunda, helikopter Dauphin AS365 N3+ dengan nomor registrasi HR-3604 dikerahkan untuk mendukung pelaksanaan operasi SAR di wilayah Gunung Anak Krakatau, Banten,” kata Al Amrad, Kamis (10/9), dikutip dari ipol.id.
Helikopter tersebut membawa tujuh personel dan direncanakan menjalankan rute operasi dari JIExpo Kemayoran menuju Pantai Carita, BPBD Banten, kemudian kembali ke helipad atau JIExpo Kemayoran.
Selain pencarian melalui udara, tim SAR gabungan tetap mengerahkan armada laut. Sebanyak enam kapal diterjunkan, yakni KRI Lepu, KN SAR Tetuka, KN SAR Basudewa, KAL Pohawang, KP Sanjaya, dan RIB 02 Banten.
Pencarian juga mendapat dukungan dari para nelayan yang membantu menyisir sektor E, terutama wilayah pesisir Banten. “Para nelayan yang melakukan searching, itu akan mereka melakukan searching di pesisir-pesisir Banten,” ujar Amrad.
Hingga hari ketiga, wilayah pencarian telah dibagi menjadi enam sektor dengan luas area mencapai 2.109 NM². Tim SAR gabungan terus memperluas penyisiran untuk menemukan lima jurnalis dan tiga kru kapal yang masih dinyatakan hilang di perairan Selat Sunda. [nfa]









