Ubah Limbah Padi Jadi Produk Farmasi, Mahasiswa UGM Ciptakan Plester BRANOVATE

Desanesia – Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengubah limbah tersebut menjadi plester obat inovatif untuk mengatasi dislipidemia. Inovasi yang diberi nama BRANOVATE ini membuka peluang baru mengubah limbah pertanian menjadi produk farmasi bernilai tinggi.
Ketua Tim BRANOVATE, Fauzia Amrina Rosyada, Bekatul beras putih selama ini dipandang sebelah mata oleh banyak pengusaha pertanian. Padahal, di dalam butiran kecil hasil penggilingan padi itu tersimpan potensi besar.
“Di tengah permasalahan sindrom metabolik, kami melihat limbah bekatul beras putih memiliki kandungan yang berpotensi membantu memperbaiki profil lipid,” ujar Fauzia pada, Selasa, (1/9).
Keputusan untuk mengembangkan bekatul menjadi produk farmasi dihadapkan pada tantangan utama, yakni bagaimana memastikan senyawa bioaktif tersebut dapat diserap secara optimal oleh tubuh.
“Pemanfaatannya secara oral masih memiliki keterbatasan bioavailabilitas, jadi kami mengembangkan bekatul dalam bentuk nanoemulsi transdermal,” pungkasnya.
Selain memberikan nilai ekonomis yang signifikan, pengelolaan bekatul menjadi produk bernilai tinggi juga menghadirkan dampak positif bagi kelestarian lingkungan.
Melalui inovasi BRANOVATE, mahasiswa UGM membuktikan bahwa limbah pertanian yang sering diabaikan dapat diolah menjadi solusi kesehatan bernilai tinggi. Langkah strategis ini tidak hanya menawarkan terobosan baru dalam penanganan dislipidemia, tetapi juga menginspirasi pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.









